<
18/10/2021
Beranda Budaya & Wisata Daerah & Peristiwa

Monumen Kresek Madiun, Obyek Wisata Sejarah Berskala Nasional

MADIUN-IndonesiaPos

Mungkin sebagian kalangan menduga, wisata sejarah yang berkaitan dengan kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI) hanya ada di Jakarta, yakni Lubang Buaya. Sebenarnya,  Kabupaten Madiun, Jawa Timur, juga memiliki obyek wisata serupa, yang juga berskala nasional.

Wisata sejarah berlatar insiden Madiun Affair pimpinan tokoh PKI, Muso, yang meletus pada 18 September 1948 itu adalah Monumen Kresek. Rasa nasionalnya terletak bukan pada luasnya areal, atau mutakirnya wahana yang dimiliki. Bukan juga karena besarnya biaya pembangunannya. Melainkan tingginya nilai sejarah yang terkandung didalamnya.

Di areal wisata seluas 3,5 hektar yang berada di lereng Gunung Wilis itu, sedikitnya terdapat 4 spot destinasi berupa patung dan relief. Semuanya sebagai visual kekejaman PKI, sekaligus penumpasannya oleh pemerintah dan masyarakat anti PKI.

Spot utama yang menjadi ikon di tempat itu berupa sebuah patung setinggi 15 meter. Patung tersebut menggambarkan tokoh PKI, Muso, tengah berdiri menghunus parang akan memenggal leher Kyai Haji Husein, tokoh agama yang jongkok merunduk, yang juga anggota DPRD Kabupaten Madiun saat itu.

Di bawah patung utama agak ke sisi Barat terdapat relief, yang menggambarkan kebengisan PKI membunuh para tokoh dan masyarakat. Kisah dalam relief tersebut sekaligus digambarkan penumpasan PKI oleh pasukan Siliwangi pimpinan Kolonel Sadikin atas perintah Panglima Besar Jenderal Soedirman, dan pasukan Devisi Jawa Timur pimpinan Kolonel Sungkono.

Dalam peristiwa itu yang gugur sebagai bunga  bangsa antara lain personil TNI, Polri, Kyai, santri, Pamong Praja, Guru, Jurnalis dan tokoh masyarakat lainnya. Sementara Muso melarikan diri, dan baru tewas tertembak sebulan berikutnya di Desa Niten, Kecamatan Sumorejo, Ponorogo.

Sisi Timur di bawah Patung Utama terdapat relief anak anak korban keganasan PKI, yang menuntut pemerintah agar memberangus dan membubarkan PKI.

Masih terdapat satu relief lagi, yakni di areal pintu masuk sebelah Selatan. Disitu terdapat prasasti, berisi daftar nama korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 17 korban. “Tujuh belas korban itu yang berhasil dikenali. Menurut cerita orang jaman dulu, yang gugur ribuan jumlahnya,” ujar yoyok, petugas parkir areal wisata.

Iklan-spot

Di dekat prasasti tersebut sebenarnya terdapat sebuah sumur tua, yang oleh pemerintah sengaja ditutup. Sumur tersebut digunakan PKI membuang jasad para korban kebiadabannya. Sedangkan penutup mulut sumur dibangun relief, menggambarkan para korban gugur terbujur.

Di areal wisata tersebut pengunjung tidak melulu mendapat suguhan berupa patung dan relief. Melainkan terdapat tempat makan, warung kopi, tempat bermain dan tempat istirahat yang tersebar di sudut sudut taman, di bawah pohon yang rindang.

Bahkan terdapat sebuah pendopo terbuka yang boleh digunakan pengunjung untuk lesehan dan tiduran. Pendopo itu, awalnya adalah sebuah rumah milik warga setempat yang dirampok PKI dan digunakan sebagai markasnya.

Areal wisata sejarah Monumen Kresek itu sendiri terletak sekitar 15 kilo meter arah Timur Kota Madiun. Tepatnya di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Dibangun dengan dana APBD pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Proses pembangunannya berlangsung bertahap, mulai tahun 1987 hingga tuntas tahun 1991. Adalah Gubernur Jawa Timur, Soelarso, yang berkenan meresmikannya pada 10 Juni 1991.

Lokasinya yang berada di daerah pegunungan menjadikan obyek wisata ini nyaman dikunjungi. Berhawa sejuk, berpagar pepohonan rimbun dengan satwa liar aneka rupa dan warna burung, turut menemani para pengunjung berwisata.

Tidak dipungut biaya masuk untuk berkunjung kesana. Cukup membayar parkir sebesar Rp. 2.000, untuk tenaga parkir yang menjaga kendaraan baik roda dua maupun empat, di areal parkir yang luas representatif. (fin)

 

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos