JEMBER — IndonesiaPos
Pengadaan Proyek PJU tenaga Surya untuk perumahan selain ada dugaan tidak sesuai perencanaan, pencairannya pun berpotensi masalah. Proyek yang menggunakan anggaran APBD tahun 2025 tersebut dicairkan menggunakan anggaran APBD 2026 awal.
Data yang berhasil dihimpun media menyebutkan proyek yang didanai APBD tahun 2025 tersebut dalam proses administrasi pencairannya terlambat dan masuk kategori hutang. Sehingga jika mengacu pada prosedur tata kelola keuangan daerah, seharusnya baru bisa dibayarkan pada penganggaran APBD tahun 2026.
Namun, kenyataannya pihak Kas daerah kabupaten Jember mencairkan pada 16 Maret 2026 sesuai dengan data yang tertuang dalam surat perintah pencairan dana (SPPD) nomer 35.09/64.0/000047/LS/1.04.2.10.2.11.xx.xxxx/p1//3/2026 sebesar Rp.23,933 milyar kepada PT MJU yang ditanda tangani kuasa bendahara umum Daerah HCR.
Sebelumnya, LSM kuda putih telah melaporkan persoalan ini kepada pihak KPK karena ada salah perencanaan terkait harga satuan PJUTS dari kurang lebih Rp.6 juta Pertitik dengan jumlah titik kurang lebih 3500 menjadi 1100 titik dengan harga per titiknya membengkak menjadi Rp 22,5 juta per titik.
Slamet Riyadi, ketua LSM kuda putih menjelaskan untuk setiap titiknya menurut Slamet dipatok dengan harga Rp.22 juta dengan jumlah titik 1100 titik. Hal ini tidak sesuai dengan dokumen pelaksanaannya.
“Dalam dokumen pelaksananya, seharusnya ada sekitar 3500 titik perumahan yang harus terpasang, namun realita dilapangan jumlahnya hanya 1100 titik. Itupun tersebar di sejumlah jalan raya,”terangnya.
Selain jumlah volume titiknya, koordinat keperuntukan PJUTS perumahan yang seharusnya diperuntukkan untuk perumahan, justru dipasang ditepi jalan. Hanya namanya saja proyek PJU perumahan tapi pekerjaannya di jalan umum. Hal ini diperkuat dengan pernyataan PPK, pada november 2024 pembahasan RKA untuk tahun 2025 ada wacana diperumahan warga.
“Jadi diinput dengan nama PJU perumahan, karena kegiatan yang sudah berkode rekening tidak bisa diubah,tapi untuk volume bisa. Karena itu pemasangan titik PJUTS nya di sepanjang jalan raya,”pungkasnya.(kik)
Jelang Akhir Tahun, Status Mega Proyek PJU di Jember Masih “Amburadul”
