<
18/10/2021
Beranda Hukum & Kriminal

Polsek Masalembu ‘Lepas Bandar Sabu’, Keluarga MH Keberatan Karena Dijebak

SUMENEP,IndonesiaPos

Nasib sial sepertinya lagi menerpa Mohammad Hasan (49) warga Desa Masalima Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep, setelah tertangkap polisi karena sedang memakai Narkoba jenis sabu di Kandang Kambing.

TSK ditangkap oleh aparat Kepolisian. Ia baru saja membeli sabu dari seorang temannya, berinisial S, di Kandang Kambing tersangka, di Dusun Tengah Desa Masalima Kecamatan Masalembu. Kini TSK mendekam di tahanan Polsek Masalembu. Kamis (19/11/2020) siang.

Namun penangkapan itu mendapat protes dari pihak keluarga MH. Pasalnya, hingga saat ini pengedar dan penjual sabu itu tidak kunjung ditangkap. 

Padahal, menurut SB, salah satu kerabat tersangka, pada saat penangkapan, si pengedar, maupun bandar berinisial S juga berada di TKP dan tak ikut diperiksa oleh pihak Polsek Masalembu.

Iklan-spot

Masih SB menegaskan Keluarga tidak keberatan atas penangkapan MH asalkan terbukti bersalah. Pihak keluarga TSK  berupaya akan mendatangi BNN Provinsi Jawa Timur, untuk menindak lanjuti maraknya bandar narkoba di Kecamatan Masalembu.

“Sepertinya ini dijebak, karena setelah barangnya ada ditangan TSk, hanya beberapa menit, tiba-tiba Polisi sudah datang menggerebek,” terang SB, melalui sambungan telepon selulernya.

Ditegaskan, keluarga TSK mengaku aneh, seharusnya saat itu pengedarnya ikut ditangkap juga, minimal sebagai saksi, ini tidak, malah bebas sampai sekarang, ada apa?  “Jangan-jangan ini seperti biasanya, pemakai ditangkap tapi pengedarnya bebas berkeliaran,”ucap SB

Tidak terima dengan kejanggalan-kejanggalan itu, SB mengaku akan melakukan upaya-upaya hukum agar keluarganya mendapatkan keadilan. “kami ikhlas jika memang MH harus ditangkap, itu resiko yang harus dia tanggung, tapi pengedarnya juga harus ditangkap, karena dia posisinya ada ditempat dan sampai sekarang tak sedikitpun dipanggil,”tegas SB

Sementara itu, saat mencoba untuk mengkonfirmasi berita ini kepada Kapolsek Masalembu, IPTU Sujarwo, melalui telepon seluler yang biasa digunakan, tidak dapat tersambung. Meskipun ada nada dering berbunyi, namun sambungan tidak dapat dilakukan. (amin/d

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos