<

Prof Nur Solikin Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam UIN KHAS Jember

JEMBER, IndonesiaPos

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kukuhkan guru besar  Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam yaitu Prof. Dr. H. Nur Solikin S. Ag. M. H, Dosen Fakultas Syari’ah Kamis (23/11/2024) di Lantai Tiga Gedung Kuliah Terpadu (GKT).

Pengukuhan tersebut, didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen, terhitung mulai tanggal 7 September 2023.

Guru Besar yang akrab dipanggil Prof. Solihin itu mengusung tema ‘Living Hukum Islam di Indonesia – Persepektif Sosiologi Hukum Islam, Geneologis dan Transformasi ‘ dalam pidato orasi ilmiahnya.

Dia menyampaikan, bahwa ketentuan-ketentuan dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia sejatinya saling melengkapi (simbiosis mutualisme).

Hukum civil yang diadopsi di Indonesia, prinsip utamanya mempositifkan hukum dalam bentuk aturan tertulis, atau yang dituangkan dalam bentuk undang-undang yang teoritis.

Hanya saja Solihin menyayangkan, negera dengan jumlah penduduk 87% muslim itu masih ada perilaku korupsi.

Solikin menawarkan gagasannya, sektor pendidikan layak membentuk gerakan anti korupsi. Baik sosialisasi, maupun edukasi khusus tentang betapa berbahayanya tindakan korupsi itu sendiri.

Sebagai contoh, pada Perguruan Tinggi, Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi, menurutnya juga kentara membantu memberikan pencerahan dan sosialisasi pada masyarakat, dan mahasiswa.

“Problem yang ada saat ini, sudah ada aturan, sudah ada hukum tetapi kejahatan masih merajalela, kriminalitas masih tinggi, ada apa gerangan. Banyak agamawan, banyak ulama’ tapi korupsi masih merajalela”ujar Solikin.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni menyampaikan, bertambahnya Guru Besar di kampusnya merupakan hadiah yang berdampak dan berefek pada akreditasi kelembagaan.

Prof. Hepni mencatat, UIN KHAS Jember saat ini memiliki 21 Guru Besar, termasuk Prof. Solihin yang baru dirinya kukuhkan.

” Dibalik keistimewaan dan keunggulan gelar Guru Besar, terdapat tanggung jawab yang tidak mau tidak harus dijalankanSetidaknya, ada tiga hal yang dimiliki Guru Besar sebagai orang yang dikenal berilmu. Hal itu meliputi akronim dari kata Ilmu dalam bahasa arab. Yakni, ‘Illiyin (Derajat), Lutfu (Memiliki hati yang lembut), dan Mulku (Raja atau Pemimpin)” papar Hepni.

Lanjutnya, tidak semua orang berkesempatan menjadi guru besar. Dia mengajak, agar Guru Besar UIN KHAS Jember terus tampil anggun berkelas menyiarkan watak dan karakter keilmuan sesuai bidang dan kepakarannya di tengah-tengah masyarakat. (Uki)

Pilres 2024 Yenny Wahid Dukung Mahfud MD, Begini Alasannya

 

BERITA TERKINI