BANYUWANGI, IndonesiaPos – Puluhan massa Pegiat Anti Korupsi mendatangi kantor BPKAD Banyuwangi, untuk memberikan surat audiensi kepada Kepala BPKAD, Cahyanto. Senin, (4/4/2022) kemarin.
Permintaan audiensi tersebut buntut adanya dugaan penyelewengan pekerjaan pagar di kantor setempat dikerjakan sepekan sebelum Surat Perintah Kerja (SPK) terbit.
Koordinator Pegiat Anti Korupsi Banyuwangi, Sugiarto mengatakan, audiensi itu untuk meminta penjelasan mengenai adanya dugaan penyelewengan dalam pembangunan pagar di kantor setempat.
“Bila dalam waktu 2 x 24 jam surat itu tidak ditindaklanjuti pihaknya mengancam akan menerjunkan massa lebih banyak lagi,”katanya.
“Kalau sampai 2 hari tidak ada tindak lanjut resmi, kami akan turun aksi dengan membawa massa yang lebih banyak lagi,”katanya dia sambil mengancam.
Sugiarto juga menganggap pernyataan Kepala BPKAD Banyuwangi yang mengaku lalai, disebut sebagai sebuah kebohongan dan merupakan konspirasi yang nyata. Bahkan, ia menyebut, pihaknya sudah mengantongi data proyek sebelum penawaran digulirkan.
“Kami akan membuktikan, BPKAD bahwa sebenarnya itu adalah sebuah konspirasi yang nyata,” ungkapnya.
Sebelumnya Kepala BPKAD Banyuwangi Cahyanto menyampaikan, pekerjaan tersebut memang masih dalam tahap verifikasi.
“Makanya pada saat itu, kita sebenarnya merekomendasi sebetulnya. tapi ditafsirkan sama pihak ketiga itu sudah bisa dikerjakan. Makanya dari mandornya itu ngirim tukang,” kata Cahyanto, Kamis (31/3/2022) kemarin.
Menurut dia, pekerjaan jenis Penunjukan Langsung (PL) ini adalah kelalaian pihak ketiga. Sudah melaksanakan pekerjaan sebelum SPK terbit, hanya dengan dasar rekomendasi.
“Ternyata memang hasil verifikasi tetap mereka yang dapat. Tapi kan mereka tetap membongkar pekerjaan sebelum SPK. Saya anggap itu kelalaian,” imbuh dia.
Sebagai bentuk konsekuensi, BPKAD Banyuwangi meminta agar membuat adendum perubahan SPK hingga mutual check seratus (MC 100) pada Kamis (31/3/2022) kemarin.
Menanggapi rencana pergerakan massa dari pihak Sugiarto untuk meminta klarifikasi secara langsung, Cahyanto juga siap menemui mereka.
“Adanya pergerakan massa, saya tunggu kalau mau diskusi, monggo, kalau ketemu kan enak, tidak ada sesuatu yang bisa kita obrolkan,” katanya.