JEMBER – IndonesiaPos
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Wisuda Sarjana ke-74 dan Program Magister ke-55 pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di kampus UIN KHAS Jember.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM.
Wisuda tersebut diikuti oleh lulusan program sarjana dan magister dari berbagai fakultas di lingkungan UIN KHAS Jember.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali dengan pra-acara, pembukaan sidang, masuknya senat universitas, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, pengukuhan wisudawan, serta penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik.
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan transisi dari dunia akademik menuju kehidupan nyata yang lebih kompleks dan penuh tantangan.
Menurutnya, para lulusan akan memasuki fase baru yang menuntut kemampuan adaptasi, integritas, dan kematangan nilai.
Ia menegaskan bahwa lulusan UIN KHAS Jember harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral, terutama di tengah perubahan zaman yang semakin materialistis.
Ilmu pengetahuan, menurutnya, harus digunakan untuk kemaslahatan dan pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
Rektor juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mengambil keputusan hidup.
Ia menegaskan bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi saat ini bukan hanya menguasai ilmu, tetapi mampu menggunakan ilmu tersebut secara bertanggung jawab dan beretika di ruang publik.
Selain pengukuhan wisudawan, kegiatan wisuda ini juga diisi dengan ikrar wisudawan, penyampaian kesan dan pesan, serta penyerahan lulusan kepada Ikatan Alumni UIN KHAS Jember sebagai simbol keberlanjutan peran lulusan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.