JEMBER — IndonesiaPos
Keberadaan Videotron di gedung Jember Nusantara masih menjadi teka-teki, diduga keberadaan Videotron dengan ukuran kurang lebih 2×4 meter diadakan sebelum proyek dilaunching. Pihak Diskominfo sendiri melalui Kabag Diskominfo Regar Jane saat dikonfirmasi media hingga berita ini diunggah tidak merespon.
Dari informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, Diskominfo Jember menganggarkan 2 kegiatan yang berkaitan dengan Videotron, yakni perawatan dan pengadaan. Dengan pagu sekitar Rp.200 juta untuk perawatan dan Rp 851 juta untuk pengadaan.
Keberadaan Videotron di gedung Nusantara sendiri diduga dilakukan menggunakan anggaran pengadaan. Namun anehnya tidak ada informasi jelas kapan Videotron tersebut diadakan, siapa yang menang dalam pengadaan secara e purchasing Videotron tersebut dan mulai kapan dikerjakan.
Dugaan “pengkondisian” ini sudah nampak mulai awal. Seperti pemberitaan sebelumnya, pengadaan Videotron disinyalir dilakukan oleh orang dekat kekuasaan. Hal ini dimengacu pada munculnya spek barang dan harga yang sudah muncul meski launching e purcahsingnya diduga belum dilakukan.
Dalam spek barang dan harga tersebut muncul beberapa item diantaranya untuk Videotron KNY,KNY P10P ukuran 960x969mm 11 unit dengan harga Rp.77,4 juta. Braket 11 unit dengan harga Rp.8,9juta, Processor videowall 1 unit dengan harga Rp.168 juta serta mainframe NAS Storage rack 1u, RAM 8 gb, disk 72 TB.
Kini keberadaan Videotron tersebut sudah terlihat berdiri di gedung Jember Nusantara meski belum ada klarifikasi dari pihak Kominfo pemkab Jember bagaimana mekanisme proses e purcahsingnya. Namun kedepannya bisa berpotensi masalah jika ada aturan yang dilanggar dalam pengadaannya.(kik)