<

Tangis Sumawiyah Pecah, Rumah Impian 6 Tahun Akhirnya Berdiri

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Tangis haru tak terbendung saat Sumawiyah (54) melihat dinding rumahnya mulai berdiri kokoh. Enam tahun ia dan suaminya, Buyan (60), hanya bisa memendam impian untuk memiliki tempat tinggal yang layak di Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Impian yang selama ini terasa jauh itu kini mulai menjadi nyata melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan.

Sejak tahun 2020, pasangan suami istri itu harus bertahan di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Dindingnya rapuh, bagian atapnya mulai rusak, dan setiap musim hujan, mereka harus was-was dengan air yang masuk ke dalam rumah, Minggu (18/10).

Sebagai buruh tani, penghasilan yang diperoleh Buyan hanya cukup untuk menutupi kebutuhan pokok harian. Tidak ada sisa yang bisa disisihkan untuk memperbaiki rumah, apalagi membangun rumah baru dari awal.

Buyan mengaku tidak pernah menyerah pada keadaan. Ia terus bekerja, berharap suatu saat ada jalan untuk memperbaiki tempat tinggalnya bersama sang istri.


Harapan itu akhirnya datang saat namanya ditetapkan sebagai salah satu penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangkaian TMMD ke-130 tahun 2026.

Begitu program dimulai, Satgas TMMD bersama masyarakat langsung bergerak. Material bangunan mulai didatangkan, dan proses pembangunan dilakukan secara bergotong royong di lokasi rumah Buyan.

Sumawiyah yang menyaksikan proses pembangunan itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan, penantian selama bertahun-tahun bisa berakhir dengan cara seperti ini, dengan tangan-tangan prajurit TNI yang membangunkan rumahnya.

Bagi pasangan lansia itu, rumah yang sedang dibangun bukan sekadar tumpukan batu dan semen. Rumah tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak dilupakan. Di usia senja, mereka akhirnya bisa merasakan aman, nyaman, dan memiliki tempat yang layak untuk menua bersama.


Program TMMD ke-130 di Desa Jarin sendiri memang menempatkan pembangunan RTLH sebagai salah satu prioritas utama. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan.

Kodim 0826/Pamekasan menegaskan, pembangunan RTLH dilakukan bukan hanya untuk mengganti bangunan lama, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari sisi kesehatan dan keselamatan.

Satgas TMMD masih terus melanjutkan pengerjaan rumah tersebut hingga tuntas. Setelah selesai, rumah itu akan diserahkan langsung kepada Buyan dan Sumawiyah untuk ditempati bersama.

Kisah pasangan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan yang dilakukan dengan ketulusan mampu menghadirkan harapan baru. Setelah enam tahun menunggu, air mata Sumawiyah kini berubah menjadi air mata syukur. (Din/Roy)

TNI dan Pemkab Pamekasan Bersinergi Gelar TMMD ke-130 di Desa Jarin, Anggarkan Rp 2 Miliar Bangun Jalan Baru dan RTLH

BERITA TERKINI

IndonesiaPos