<

Pasukan AS Segera Tarik Dari Iran Dalam 3 Pekan

NEW YORK — IndonesiaPos

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan rencana penarikan pasukan militer AS dari wilayah Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan ke depan.

Pernyataan ini menandai berakhirnya operasi militer besar-besaran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

“Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran dan kami akan segera melakukannya,” ujar Trump kepada wartawan di Washington pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat. “Mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu.”

Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa tujuan utama intervensi militer AS untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir telah tercapai sepenuhnya.

Ia mengeklaim bahwa kekuatan militer Iran melemah secara signifikan dan membutuhkan waktu setidaknya 15 hingga 20 tahun untuk pulih kembali.

Lebih lanjut, Trump melontarkan klaim krusial mengenai ada perubahan rezim di Teheran. Ia merujuk pada laporan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai titik balik stabilitas di kawasan tersebut.

“Kami menjatuhkan satu rezim, lalu menjatuhkan rezim kedua. Sekarang ada kelompok yang sangat berbeda di sana, yang menurut saya jauh lebih moderat,” klaim Trump tanpa merinci detail pemerintahan baru yang dimaksud.

Konflik bersenjata yang pecah sejak 28 Februari 2026 memberikan dampak destruktif bagi kedua belah pihak dan ekonomi global.

Berdasarkan data pemerintah Iran, serangan udara AS dan Israel menewaskan lebih dari 1.340 orang. Sementara itu, pihak Washington mengonfirmasi sedikitnya 13 prajurit AS gugur dalam pertempuran tersebut.

Terkait keamanan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz, Trump menyatakan bahwa AS tidak akan lagi mengambil peran utama dalam pengamanan wilayah tersebut setelah penarikan pasukan.

“Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat (Hormuz). Mereka harus mampu membela diri sendiri. Kami tak ada hubungannya lagi dengan itu,” tegasnya.

Selama konflik berlangsung, harga energi global dan nilai mata uang rupiah sempat mengalami volatilitas tinggi akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Trump mengenai pemerintahan moderat baru maupun detail teknis penarikan mundur pasukan asing dari wilayah mereka.

Sesuai pernyataan Presiden Donald Trump, proses penarikan pasukan dijadwalkan selesai dalam waktu 14 hingga 21 hari sejak pengumuman dibuat pada akhir Maret 2026.

Laporan resmi Iran mencatat lebih dari 1.340 korban jiwa di pihak mereka, sementara Amerika Serikat melaporkan kehilangan 13 personel militer akibat serangan balasan drone dan rudal.

Trump menyatakan AS tidak akan lagi bertanggung jawab atas keamanan Selat Hormuz. Negara-negara importir minyak seperti Prancis diminta untuk melakukan pengamanan mandiri terhadap kapal-kapal tanker mereka.

 

 

Ratusan Tank Buatan Barat Jadi Bangkai, Sebelum Berperang Dengan Pasukan Rusia

 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos