<

Pemkab Sumenep Gandeng Polisi Perketat Pengawasan BBM Dan LPG Di Kepulauan

SUMENEP — IndonesiaPos

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Sumenep, Jawa Timur, memperketat pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram di wilayah kepulauan guna mencegah praktik penyimpangan oleh oknum warga.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep, Senin, mengatakan pengawasan yang bekerja sama dengan Polres Sumenep itu untuk mencegah kemungkinan adanya upaya penyelewengan dan penimbunan barang bersubsidi itu.

“Kegiatan memperketat pengawasan kami lakukan mulai pekan ini, karena berdasarkan informasi, memang banyak upaya penyelewengan yang dilakukan oknum warga, baik BBM maupun LPG,” katanya.

Achmad menjelaskan, Pemkab dan Polres Sumenep juga telah membentuk tim khusus, yang bertugas melakukan pemantauan setiap hari atas kondisi yang terjadi di kepulauan.

“Secara real time tim gabungan ini membuat laporan harian yang terjadi atau temuan di lapangan, lalu dibahas bersama dan kemudian ditindak lanjuti,” katanya.

Pemkab Sumenep, lanjut dia, menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kecamatan dan desa yang ada di kepulauan, sedangkan polres menggerakkan polsek dan personel Bhabinkamtibmas yang ada di semua di kepulauan.

Ia mengatakan yakin, dengan cara kerja sama seperti itu, akan mempersempit ruang gerak oknum untuk melakukan penyelewengan.

“Kami juga telah menginstruksikan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep untuk mendata secara detail jatah pasok ke kepulauan baik LPG maupun BBM bersubsidi,” katanya.

Sebab, menurut Achmad, data pasokan barang bersubsidi, baik BBM maupun LPG yang dimiliki Pemkab Sumenep secara umum.

“Data yang ada, kuota BBM itu untuk Kabupaten Sumenep, dan demikian juga LPG, belum ada rincian berapa untuk masyarakat daratan dan berapa untuk masyarakat kepulauan,” katanya.

Secara terpisah Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, upaya mencegah penyimpangan BBM dan LPG bersubsidi di kepulauan itu, sebagai bentuk tanggungjawab moral sekaligus untuk melindungi masyarakat kepulauan.

“Sebenarnya pemantauan sudah berlangsung sejak sepakan lalu. Tapi yang bersama-sama dan terkoordinir antara pemkab dan polres kita lakukan mulai hari ini,” katanya.

 

 

 

Gas LPG 3 kg di Bondowoso Repot, Pemerintah Diam Membisu

BERITA TERKINI

IndonesiaPos