Guru dan Siswa SMAN 1 Tenggarang
BONDOWOSO — IndonesiaPos
Komitmen dalam membangun generasi muda yang tangguh secara mental terus diperkuat melalui kegiatan Orientasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) Batch 1 yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Tenggarang di Aula SMAN 1 Tenggarang, Senin (25/5).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas anggota PMR Wira SMAN 1 Tenggarang serta Bapak dan Ibu Guru. Orientasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan pertama kepada individu yang mengalami tekanan psikologis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan tanda-tanda gangguan psikologis, teknik komunikasi yang empatik, serta langkah-langkah memberikan dukungan awal kepada teman sebaya maupun warga sekolah yang sedang menghadapi permasalahan emosional dan psikologis.
Pembekalan ini diharapkan mampu menjadikan peserta sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi yang dikemas melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi, serta tanya jawab.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pertolongan pertama pada luka psikologis dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti mendengarkan dengan empati, memberikan dukungan emosional, serta membantu menghubungkan individu yang membutuhkan dengan pihak yang dapat memberikan bantuan lebih lanjut.
Pembina PMR Wira SMAN 1 Tenggarang, Rina Fitriani, S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, orientasi P3LP memberikan bekal yang sangat berharga bagi anggota PMR maupun para guru dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental.
“PMR tidak hanya dituntut peduli terhadap kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental teman-temannya. Melalui kegiatan ini, anggota PMR memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat membantu mereka menjadi pendengar yang baik, lebih peka terhadap kondisi sekitar, serta mampu memberikan dukungan positif kepada sesama. Kehadiran Bapak dan Ibu Guru juga menjadi penguat karena kesehatan mental di sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah,” ujar Rina Fitriani.
Lebih lanjut, ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada warga sekolah lainnya sehingga tercipta budaya saling peduli, saling menghargai, dan saling menguatkan di lingkungan SMAN 1 Tenggarang.
Kegiatan Orientasi P3LP ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan ramah bagi seluruh warga sekolah.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, anggota PMR Wira bersama para guru diharapkan mampu menjadi pelopor kepedulian kesehatan mental sekaligus agen perubahan yang menebarkan semangat positif di lingkungan sekolah.
Melalui kepedulian, empati, dan semangat kebersamaan, sekolah dapat menjadi tempat yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang sehat dan membahagiakan bagi setiap peserta didik. (elf)
SMAN 1 Tenggarang Borong Prestasi FLS3N 2026, Siap Melaju ke Tingkat Provinsi



