JEMBER — IndonesiaPos
Safari keliling desa bupati Jember Muhammad Fawaid melalui program bunga desaku mini terus berlanjut, meski belum adanya anggaran yang bersumber dari APBD Jember 2026 namun acara yang sempat vacum karena adanya “perdebatan” dengan pihak DPRD Jember itu, kini mulai aktif kembali.
Sumber media menyebutkan, anggaran kegiatan bunga desaku mini tersebut di danai dari 3 rumah sakit umum milik daerah, yakni RSUD Soebandi, RSUD Balung, RSUD Kalisat, Puskesmas tempat lokasi kegiatan dan ada pula “bantuan” dari pihak desa serta salah satu Ormas pendukung Bupati.
” Anggarannya setahu saya berasal dari puskesmas, desa serta Rumah sakit milik Pemkab Jember sesuai dengan yang ada dalam platform kegiatan,”ujar sumber.
Belum jelas berapa anggarannya, namun yang jelas dari informasi yang dihimpun media menyebutkan, jika menggunakan anggaran dari Rumah sakit milik daerah dan puskemas maka bisa dipastikan bahwa itu menggunakan anggaran BLUD.
Anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sendiri sesuai aturan tidak boleh digunakan untuk kegiatan di luar tugas, fungsi, dan rencana bisnis lembaga tersebut. Dana BLUD wajib digunakan khusus untuk membiayai program dan kegiatan operasional serta pelayanan umum yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BLUD.
Direktur RSUD. Soebandi, Dr, dr. Nyoman Semita Sp.OT.Spine (K) sebelumnya pernah dikonfirmasi media terkait berapa jumlah anggaran kegiatan yang diambilkan dari BLUD RSUD. Soebandi namun sayangnya tidak ada pernyataan resmi dari dirinya.
Kegiatan bunga desaku mini sendiri telah dijalankan dibeberapa kecamatan diantaranya kecamatan Sumbersari, kecamatan Jombang, dan beberapa kecamatan lainnya. Kegiatan tersebut kini sedang dilaksanakan di kecamatan Sukorambi , besuk rencananya akan dilaksanakan di kecamatan Sumberjambe. (kik)
Anggota Komisi IV DPR RI Dengan Kementerian Kelautan Gelar Kegiatan Bulan Mutu Tahun 2026