<

Wali Kota Surabaya Ajak Pemuda Dan Ulama Perkuat Gerakan Antinarkoba

SURABAYA — IndonesiaPos

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak pemuda dan ulama memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk memberantas peredaran narkotika dan minuman keras serta melindungi generasi muda.

“Masjid dan musala berdiri banyak di Surabaya, tetapi miras dan narkoba juga masih ada. Apalah arti berdirinya masjid kalau kita tidak mampu menghilangkan itu semua? Masjid itu bukan sekadar dibangun, tetapi dimakmurkan. Mari bersama-sama kita lawan narkoba dan miras,” kata Eri saat memberikan pidato kunci dalam Seminar dan Deklarasi Antinarkoba yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya di RS Kemenkes, Rabu.

Eri mengatakan penanganan masalah narkoba di Surabaya tidak cukup mengandalkan penindakan hukum, tetapi harus menyentuh akar persoalan melalui pendekatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti minuman keras yang dinilai dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika. Pemerintah Kota Surabaya, kata dia, telah mengambil tindakan tegas dengan menutup sejumlah tempat penjualan minuman keras yang tidak berizin.

Eri mendorong keterlibatan aktif generasi muda, termasuk remaja masjid dan Karang Taruna, untuk berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dalam pencegahan peredaran narkoba.

“Jangan pernah bermimpi narkoba dan miras hilang kalau kita sendiri diam. Jika warga takut bertindak langsung, segera laporkan ke Pemkot, Polrestabes, atau BNN. Kita punya Satgas Antipremanisme untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah langkah terpadu untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di kalangan generasi muda.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui intervensi ekonomi di kawasan rawan narkoba, seperti Jalan Kunti, dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat kegiatan ekonomi lokal.

“Kami memberikan dukungan penuh pada kawasan rawan, seperti Jalan Kunti melalui program intervensi UMKM dan penguatan pergerakan ekonomi lokal agar iklim lingkungan berubah menjadi lebih positif,” katanya.

Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkot Surabaya bersama MUI juga mengedepankan pendekatan keagamaan melalui dakwah dan edukasi mengenai bahaya narkoba berdasarkan nilai-nilai agama.

Upaya tersebut dilakukan dengan menanamkan akhlakul karimah dan memperkuat pemahaman akidah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Eri mengatakan langkah pencegahan tersebut harus berjalan beriringan dengan penindakan tegas terhadap jaringan peredaran gelap narkoba bersama kepolisian.

“Menghilangkan narkoba tidak cukup hanya dengan penangkapan. Harus ada perubahan pola pikir dan penguatan akhlakul karimah. Ketika masyarakat menyadari bahwa barang tersebut haram dan merusak, dengan sendirinya mereka akan menjauhi,” katanya.

 

Walikota Surabaya Perintahkan Satpol PP Segel RHU dan Gerai Penjual Mihol Tak Berizin

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos