BONDOWOSO, IndonesiaPos
Di masa pandemic covid 19 yang masih berlangsung, banyak para pelaku usaha yang terdampak sehingga mengurangi pendapatan ekonomi yang biasanya diperoleh mereka. Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso melalui Diskoperindag Kembali mengadakan pelatihan bagi pelaku usaha mikrok hususnya dan masyarakat umumnya.
Pelatihan kali ini adalah tentang Olahan Labu yang diikuti 30 orang di seluruh Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari bertempat di SMK PP Negeri 1 Tegalampel Bondowoso.
Kepala Bidang Usaha Mikro, Edy Soetrisno yang di wakili oleh Naning Prilliyawati, SE selaku PPTK mengemukakan bahwa pelatihan-pelatihan seperti ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya sesuai program kegiatan pemerintah daerah.
Saat ini adalah Olahan Labu sangat berpotensi untuk di kembangkan di Bondowoso mengingat banyak sekali bahan baku dengan harapan dapat menjadi salah satu penopang atau pendapatan ekonomi masyarakat Bondowoso.
“Artinya bahwa labu yang ada tidak dijual begitu saja tetapi melalui proses kreatifitas dan inovasi, menjadikan labu sebagai olahan yang mempunyai daya saing dan nilai jual tinggi, sehingga tujuan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat tercapai,”kata Naning. Senin, (7/9/2020).
Diskoperindag Kabupaten Bondowoso sendiri, sambung Naning, telah bermitra dengan SMK PP Negeri 1 Tegalampel, dalam hal pelatihan-pelatihan olahan pangan.
“Adapun jenis olahan labuyang diajarkan oleh instruktur dari SMK PP Negeri 1 Tegalampel Bondowoso antara lain Selai Labu, Donat Labu dan Lapis Kukus Labu,”terang dia.
- Baca Juga :
- Tingkatkan Penjualan IHT, Diskoperindag Bondowoso Latih 30 Pengusaha Tembakau
- 50 Pelaku UMKM Dapat Pembinaan dan Pelatihan Kemasan Produk Dari Diskoperindag Bondowoso
- 50 Pelaku Usaha Mikro Mendapat Pelatihan Olahan Pepaya Dari Diskoperindag
- Tingkatkan Kemampuan, Diskoperindag Bondowoso Latih Pengrajin Handbucket
- Tingkatkan Kreativitas Pelaku IKM, Diskoperindag Bondowoso Gelar Pelatihan
- Tingkatkan Kreativitas Pelaku IKM, Diskoperindag Bondowoso Gelar Pelatihan
- Diskoperindag Bondowoso Mulai Data Pelaku UMKM Yang Terdampak Covid-19 Untuk Recovery Ekonomi
Sebelum praktek di mulai, kata Naning, materi SOP (Standart Operasional Prosedur) pengolahan pangan wajib disampaikan kepada peserta pelatihan guna memahami bagaimana cara mengolah makanan yang baik, benar serta higienis.
Dalam praktek olahan labu ada input – proses – output, dimana inputnya terdiri dari bahan baku sperti labu kuning, telur, gula kastor, gula pasir, garam, SP, margarin, tepung, minyak goreng, susu, butter krim, dark cooking chocolate dan lainnya.
“Prosesnya yaitu dari bahan di atas di campurkan serta di olah dengan baik dan benar, lalu di bentuk sesuai selera dan tradisi dimana Lapis Kukus dan Donatmerupakan makanan yang familiar di kalangan masyarakat,”urainya.
Selain itu, bisa ditambahkan aneka selai (salah satunya selai labu) dan aneka toppingagar lebih menarik tampilan dari olahan makanan ini. Selanjutnya ada proses output, dimana hasil dari input dan proses sudah menjadi barang jadi seperti Donat Labu dan Lapis Kukus Labu.
“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah pembinaan terhadapPelaku Usaha Mikro khususnya dan masyarakat umumnya di Kabupaten Bondowoso melalui Pelatihan Olahan Labu, meningkatkan wawasan terhadap pemasaran, inovasi serta kebijakan pemerintah terkait dengan Usaha Mikro, memotivasi khususnya Pelaku Usaha Mikro supaya meningkatkan daya saing dan nilai jual produknya supaya maju dan berkembang,”tnadasnya.
Diskoperindag Kabupaten Bondowoso kata Naning, melalui program-program kegiatannya senantiasa memfasilitasi dan mendukung demi keberlangsungan produkusaha para Pelaku Usaha Mikro sehingga menjadi produk unggulan.
“Dengan diadakannya Pelatihan Olahan Labu pada Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat tahun 2020, diharapkan peserta ikut secara aktif mengetahui lebih dalam pengetahuan dan wawasan dalam berwirausaha, mengerti membangun networking, memasarkan produk secara cerdas baik offline maupun online, kemasan produk yang sesuai standar dan menarik konsumen,”tuturnya.
Terlebih penting lagi pelaku usaha tidak henti-hentinya berkreasi dan berinovasi terhadap pengembangan produknya. Terus berusaha dan tidak patah semangat dalam menjalankan usahanya. Hal ini penting mengingat akan banyak kompetitor-kompetitor usaha yang sejenis serta persaingan dalam berbisnis.
“Siapa yang tidakbisamengikuti trend atau pandai membaca pasar, tentunya akan tertinggal , bahkan terlibas dengan sendirinya. Tidak ada yang serba instan di dalam berbisnis. Yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil,”imbuh Naning Priliyawati.

