<

Ketua IM57 Desak Polisi Segera Tahan Firli Bahuri

JAKARTA, IndonesiaPos

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta bertindak tegas untuk segera menahan Firli Bahuri.

Pernyataan itu ditegaskan setelah Presiden Joko Widodo menolak pengajuan pengunduran diri Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kepolisian harus merespons dengan melakukan penahanan segera,”kata Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha dalam keterangannya.Senin (25/12/2023).

Upaya paksa untuk penahanan itu agar bisa memberikan kepastian hukum bagi Firli dalam kasus dugaan penerimaan suap, gratifikasi, dan pemerasan yang menjeratnya.

“Alasan subjektif penahanan dalam KUHAP sudah masuk semua dalam kondisi saat ini,”ujar Praswad.

Sebelumnya, KPK menerima balasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pengajuan pemberhentian Ketua nonaktif KPK dari jabatannya.

“Hari ini kami menerima tembusan surat tanggapan Kemensetneg, bahwa surat pernyataan berhenti dari Pak Firli tidak dapat ditindak lanjuti,”kata Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango.

Nawawi mengatakan dalam surat yang diterima KPK, terkait penolakan itu lantaran Firli salah ketik.

Purnawirawan jenderal bintang tiga Polri itu menyatakan berhenti bukan meminta mengundurkan diri dari jabatan.

“Firli Bahuri bukan mundur diri, tapi menyatakan berhenti. Itulah alasan ditolak,”ucap Nawawi.

Pernyataan berhenti jabatan tidak dikenal dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

“Maka dari itu, wajar jika Presiden Jokowi menolak permintaan Firli,”imbuhnya.

Pemberi Suap Gubernur Maluku Utara Diringkus KPK

 

BERITA TERKINI