<

Aksi Toleransi Owner Non Muslim di Pamekasan, Sholawat Bergema di Halaman RSIA Puri Bunda Madura

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Suasana khidmat menyelimuti halaman parkir RSIA Puri Bunda Madura, Senin (24/8/2026). Di tempat yang biasanya dipenuhi kendaraan, ratusan karyawan, pasien, dan warga justru duduk bersila mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lantunan sholawat menggema sepanjang acara. Kehangatan semakin terasa saat jajaran manajemen rumah sakit memberikan santunan kepada puluhan anak yatim.

Kegiatan bertema “Meneladani Sifat Rasulullah untuk Hidup yang Lebih Damai dan Sejahtera”, ini merupakan agenda rutin tahunan. Tahun 2026 ini adalah pelaksanaan yang ketiga sejak RSIA Puri Bunda Madura berdiri.

Turut hadir dalam acara tersebut Owner RSIA Puri Bunda Madura dr. Franky Ardhana Kawilarang, Direktur dr. Anita Setiawati, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan dr. Saifuddin, seluruh karyawan, serta masyarakat sekitar.

Sebagai penceramah, panitia menghadirkan KH. Hamid Amjad Djauhari.

Dalam tausiyahnya, KH. Hamid Amjad Djauhari mengaku sempat terkejut ketika mengetahui dirinya diundang oleh pimpinan rumah sakit yang berbeda keyakinan.


“Terus terang saya sedikit kaget ketika mengetahui yang mengundang saya dari kalangan agama yang berbeda,” katanya.

Namun kekagetan itu berubah menjadi rasa bangga. Menurutnya, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk berbuat baik bersama.

“Saya sangat bangga. Meskipun kita berbeda keyakinan, ajaran Islam yang dibawa Rasulullah itu tidak kaku. Kita boleh berbeda, tetapi berbeda bukan berarti kita harus bermusuhan,” ujarnya.

KH. Hamid menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk dengan mereka yang berbeda pandangan.

“Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan menjaga kedamaian. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling membenci,” tegasnya.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya berhenti pada seremoni peringatan Maulid.

“Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah itu kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Kalau nilai kasih sayang, kepedulian dan kedamaian itu benar-benar diterapkan, maka masyarakat akan menjadi lebih sejahtera,” tuturnya.


Sementara itu, Owner RSIA Puri Bunda Madura dr. Franky Ardhana Kawilarang mengatakan, peringatan Maulid Nabi sudah menjadi agenda rutin manajemen setiap tahun.

“Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami. Tahun ini merupakan yang ketiga sejak RSIA Puri Bunda Madura berdiri tiga tahun lalu,” ucapnya.

dr. Franky mengaku, meskipun dirinya berasal dari latar belakang non-Muslim, ia banyak belajar dari ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Walaupun saya bukan seorang Muslim, saya melihat banyak nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah. Nilai-nilai itu bersifat universal dan bisa kita terapkan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan keagamaan. “Kami ingin RSIA Puri Bunda bukan hanya hadir memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial seperti santunan anak yatim ini,” tandasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Hamid Amjad Djauhari, dilanjutkan ramah tamah antara manajemen, karyawan, dan warga. (Roy)

 

Umat Kristiani Kubar Turut Serta Meriahkan Idul Fitri Takbiran di Kutai Barat Berlangsung Meriah

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos