PAMEKASAN — IndonesiaPos
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Pamekasan memberi peringatan keras atas teror terhadap aktivis KontraS Andie Yunus dengan menyiram air keras.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Kabupaten Pamekasan, Junaidi. menegaskan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia yang mengancam keselamatan mahasiswa. Namun, tindakan kriminal yang lakukan oleh pelaku mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kekerasan digunakan untuk membungkam suara rakyat.
“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah bentuk teror terhadap aktivisme, serangan terhadap kebebasan berpendapat, dan ancaman terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Juna.
Aliansi BEM Pamekasan mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap korban dan meminta pihak penegak Hukum untuk membuktikan tanggung jawabnya kepada masyarakat bahwa keamanan bagi Rakyat Indonesia harus betul-betul dijaga.
“Jika masyarakat sipil sudah tidak aman berpendapat, berekpresi sebagai mana sudah di atur didalam Undang-Undang maka Demokrasi di negara kesatuan Republik Indonesia sudah terancam,”terangnya.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap aktivis bukanlah fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejumlah laporan organisasi hak asasi manusia menunjukkan tentang adanya intimidasi, kriminalisasi, hingga serangan fisik terhadap pembela hak sipil dan demokrasi di Indonesia.
“Maka untuk itu Aliansi BEM Pamekasan meminta kepada Polri melalui Polda dan polres setempat untuk segera ungkap dan tangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS dan menjamin keamanan para aktivis di seluruh penjuru dan pelosok-pelosok di negara kesatuan Republik Indonesia,”pintanya. (dyh/an)
Aktivis HAM Andrie Yunus, Disiram Air Keras Oleh Orang Tak Dikenal