PAMEKASAN,IndonesiaPos
Selama 33 tahun, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sudah banyak mengukir prestasi untuk bangsa dan Negara. Tidak sedikit atlet dari olahraga penantang gravitasi ini mendulang sukses.
Ketua Umum FPTI Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, Wahyudi mengutarakan, perkembangan FPTI banyak maraih prestasi, baik di tingkat Nasional maupun Internasional.
“Pada level internasional, banyak atlet Indonesia telah berjaya dan menorehkan segudang prestasi di kejuaraan tingkat Asia dan dunia,”katanya.
Pada medio 1988, awalnya FPTI resmi berdiri pada tanggal 21 April 1988 dengan nama awal Federasi Panjat Tebing dan Gunung Indonesia (FPTGI). Kemudian di era 1990 dirubah menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (selanjutnya disingkat FPTI.
Dan sekitar tahun 1994, FPTI resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI dan menjadi anggota yang ke-50. Selanjutnya, FPTI bertanggung jawab terhadap administrasi serta pengembangan segala aspek yang berhubungan dengan olahraga dan kompetisi panjat tebing Nasional.
“Dengan demikian mulai tahun 1994, FPTI mempunyai kewenangan terhadap semua kompetisi panjat tebing nasional,”ungkapnya.
Puncaknya, pada 2018, Cabang olah raga panjat tebing pertama kali dilombakan di Asian Games Di Jakarta – Palembang dengan nomor yang dipertandingkan adalah Speed WR, Speed Relay dan Boulder bertempat di Stadion Jakabaring – Palembang.
“Saat itu, Timnas Panjat Tebing Indonesia memperoleh 3 emas masing-masing di nomer Speed WR Putri, Speed Relay putri dan putra,” imbuhnya.
Bahkan, pada IFSC Climbing Worldcup di Xiamen, China, Sabtu (19/10/2019) lalu, Aries Susanti Rahayu berhasil memecahkan rekor dunia Women Speed World Record dengan catatan waktu 6,995 detik. Itu menumbangkan rekor sebelumnya 7,101 detik atas nama YiLing Song (CN).
“Kini, Alfian Muhammad Fajri dan Aries Susanti Rahayu menduduki peringkat 3 dunia Speed World Record pada tahun 2019,” tukasnya.
Disinggung terkait perkembangan olahraga Panjat Tebing di Bumi Gerbang Salam, pria gempal ini mengatakan, optimis untuk meraih prestasi. Semua dilakukan dan diraih untuk mengharumkan nama Kabupaten Pamekasan di kancah olah raga Jawa Timur, dan Indonesia.
“Meski dengan fasilitas minim, para pengurus dan pelatih, yang telah tercatat di KONI Pamekasan sejak tahun 2016 selalu bertekad untuk mencetak atlet muda berprestasi. Baik melalui latihan rutin usia belia, Sparing partner, try out ke FPTI lainnya, maupun pemusatan dalam program Puslatkab setempat,” tuturnya.(hel/hen)