KH Imam Barmawi, Didampingi Kedua Putranya
BONDOWOSO — IndonesiaPos
Momen pelepasan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Burhan, Badean, Bondowoso. pulang ke rumahnya, merupakan hal yang rutin dilakukan setiap hari libur sekolah. Kegiatan tersebut rutin digelar saat libur masa pemulangan santri atau akhir tahun ajaran.
Prosesi pelepasan tersebut diwarnai dengan pesan-pesan penting dari pengasuh Ponpes Nurul Burhan KH Imam Barmawi. Sabtu, (20/06/2026).
Acara pelepasan santri Ponpes Nurul Burhan pulang, dipimpin langsung oleh Pengasuh KH Imam Barmawi. yang didampingi oleh kedua Putranya, KH M Ruslani Sa’dullah dan Gus Achmad Norhkotim
KH Imam Barmawi menyampaikan beberapa nilai utama yang sering disampaikan saat momen ini, meliputi pesan pulang bersifat sementara,
Menurutnya, kepulangan santri ke kampung halaman hanyalah sementara waktu untuk liburan atau mengabdi di masyarakat.
“Nantinya, santri diwajibkan kembali lagi ke pesantren untuk melanjutkan pendidikan,”ujar KH Imam Barmawi kepada seluruh santrinya.
Yang paling ditekankan setelah sampai dirumah masing-masing, para santri diminta untuk Menjaga Akhlak dan Karakter.
“Saya minta kepada samua santri untuk terus mengamalkan ilmu yang didapat, menebar manfaat di lingkungan tempat tinggalnya, dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,”pesannya.
Yang paling mengesankan, saat pelepasan santrinya, kata KH Imam Burhan, untuk mendapatkan doa restu (ridho) dari Allah SWT dan orang tuanya, agar ilmu yang didapat dari Pesantrenn membawa manfaat saat berada di rumah/kampung halaman masing-masing.
“Saya ingatkan kepada semua santri, agar ilmu yang didapat dari pesantren benar-benar diamalkan saat sampai dirumah masing-masing,”tegasnya.
Kyai Imam Barmawi kepada santri yang pulang sementara menekankan kedisiplinan dan akhlak. Semua santrinya diminta untuk tetap menjaga muruah almamater, tidak melupakan rutinitas mengaji, istikamah beribadah, dan menunjukkan bakti kepada orang tua dengan rajin membantu di rumah.
“Maka kepada semua santri jangan lupa untuk tetap menjaga salat berjamaah, mengaji, dan membaca doa atau selawat yang biasa diajarkan di pondok.”katanya.
Yang paling penting menurut KH Imam Burhan, berbakti kepada orang tua (Birrul Walidain), Jadikan kepulangan sebagai wujud pengabdian dengan meringankan beban dan membahagiakan kedua orang tua.
“Menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat dan menjaga sopan santun dimanapun berada. Tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang sia-sia, dan nantinya kembali ke pondok tepat waktu,”imbuhnya,
Polsek Proppo Bersama BPBD Distribusikan Air Bersih ke Ponpes Miftahul Ulum