<

KPK OTT Bupati Pemalang Dan Sita Uang Tunai Rp2 Miliar

PEMALANG  — IndonesiaPos

Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pimpinan daerah. Kali ini KPK mengamankan Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro. Dalam OTT ini, sejumlah orang dibawa KPK ke Polres Pemalang, guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya benar, tadi malam rekan-rekan dari KPK ada kegiatan di Pemalang. Sampai sekarang masih proses pemeriksaan. Dua ruangan di Polres yang dipakai,” ujar Rendy kepada sejumlah jurnalis, Rabu (29/7).

Meski demikian, Rendy enggan berkomentar banyak terkait jumlah pasti dan siapa saja yang dibawa ke Mapolres Pemalang.

“Jumlah pastinya yang diperiksa, siapa saja yang diperiksa, materi pemeriksaan menunggu dari KPK saja ya,” terang Rendy.

Sebelumnya diberitakan sejak Selasa malam (29/07), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan kantor dan dua rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang.

Pemantauan di lapangan, ruang kepala dinas yang masih tersegel, yakni di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang. Ruang Kepala DPUPR yang berada di kompleks Kantor DPUPR Kabupaten Pemalang, tertempel stiker segel KPK menempel di pintu akses. Sedangkan untuk kantor Bupati Pemalang, jurnalid belum diberi akses untuk melihat langsung ada tidaknya segel.

Tak hanya itu KPK juga melakukan penyegelan dua rumah yang berada di Perumahan Mutiara Residence, Pemalang. Rumah yang disegel KPK tersebut di Blok B dan Blok C Perumahan Mutiara Residence.

Rumah yang disegel di Blok B diketahui merupakan kediaman pria berinisial O yang disebut-sebut merupakan kontraktor dan kerabat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

Penyegelan di dua perumahan tersebut dilakukan Selasa malam (28/07).

Sejumlah sumber menyebut istri Bupati Pemalang, NFM, Rabu dini hari (29/07) juga dijemput petugas KPK di Rumah Dinas Bupati atau Pendopo Pemalang.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten/ Pemkab Pemalang dalam  pemeriksaan KPK di Polres Pemalang.

Selain itu, KPK menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Selain mengamankan barang bukti berupa uang, lembaga antirasuah juga membawa 12 orang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, total terdapat 21 orang yang diamankan dalam operasi senyap yang dilakukan di tiga daerah, yakni Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

“Lima orang termasuk Bupati Pemalang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7).

Dari 21 orang yang diamankan, kata Budi, sebanyak 12 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lima orang yang ditangkap di Jakarta telah lebih dahulu diperiksa, sementara tujuh orang lainnya masih dalam perjalanan menuju Jakarta.

“Lima di antaranya yang diamankan di Jakarta saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Untuk tujuh orang lainnya, enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo kemungkinan siang ini sampai dengan sore akan tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan suap dalam pelaksanaan proyek serta praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Selain mengamankan para pihak yang diduga terlibat, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah besar.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar,” kata Budi.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka sesuai ketentuan yang berlaku. (MI)

 

 

KPK Ungkap Pemerasan Bupati Tulungagung

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos