<

Lora Aziz Gandeng Kapolsek Kota Pamekasan Serbu 4 Cafe-Hotel yang Diduga Jadi Sarang Prostitusi dan Miras

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Empat cafe dan hotel di pusat Kota Pamekasan disambangi tim gabungan ormas Islam dan kepolisian, Jumat 26 Juni 2026 sore.

Sidak menyasar tempat usaha yang disebut warga selama ini berpotensi jadi titik keramaian yang menyimpang dari norma, seperti dugaan prostitusi dan peredaran miras.

Aksi ini dikomandoi Lora Aziz dari Ormas Bungkaladen. Ia bergerak bersama jaringan Muhammadiyah, Persatuan Islam PERSIS, serta Forum Persaudaraan Islam Madura. Polsek Kota Pamekasan hadir memberikan pengawalan dan pendampingan.

Lora Aziz meluruskan, kegiatan tersebut bukan operasi penindakan. Tim memilih jalur dakwah dan dialog langsung dengan pengelola.

“Kami turun bersama ormas dan aparat. Fokus kami menyampaikan imbauan di lokasi-lokasi yang selama ini disorot karena dugaan pelanggaran, mulai dari prostitusi sampai minuman keras,” terang Lora Aziz di sela kegiatan.

 

Menurutnya, kehadiran polisi penting agar penyampaian pesan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan salah paham di lapangan.

Rombongan menyisir empat titik: kawasan Moga Jaya, Cafe Purnama, Cafe Mahesa, dan Hotel Putri. Di tiap lokasi, tim menyampaikan pesan secara lisan sekaligus menitipkan surat imbauan tertulis.

Isinya satu: pengelola wajib patuh pada Peraturan Daerah dan menjaga nilai kearifan lokal Pamekasan.

Lora Aziz menyebut, titik-titik itu masuk daftar karena laporan yang masuk dari masyarakat. Namun ia menegaskan, urusan pembuktian dan sanksi hukum bukan ranah ormas. “Itu wewenang penuh kepolisian,” ujarnya.

Kapolsek Kota Pamekasan yang baru bertugas dua pekan ikut turun langsung. Ia menyebut sidak ini sebagai pembuka komunikasi dengan para pelaku usaha.

“Ke depan kami akan mengundang seluruh pemilik cafe di Pamekasan untuk duduk bersama. Kita cari jalan tengah supaya usaha tetap tumbuh, tapi tetap dalam koridor hukum,” katanya.

Di akhir kegiatan, Lora Aziz menyampaikan empat poin harapan. Pesannya ditujukan kepada empat pihak berbeda.

Untuk pengelola, ia meminta ketegasan bersikap. “Taat aturan. Jangan gara-gara keuntungan sesaat, marwah Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam jadi taruhan,” ucapnya.

Untuk wisatawan, ia berpesan agar menghormati budaya setempat. “Ini kota santri. Ada adat, ada Perda. Jika tidak cocok dengan aturan kami, lebih baik cari tempat lain,” katanya tegas.

Untuk Pemkab Pamekasan, ia menitipkan pengawasan. “Jangan cuma viral saat ada sidak. Perda harus diawasi konsisten setiap hari,” pintanya.

Terakhir untuk warga, ia mengingatkan agar tidak bertindak sendiri. “Laporkan ke kami atau polisi. Kami ingin Pamekasan tetap bersih, aman, dan barokah. Tanpa keributan,” pungkasnya. (Zet)

 

 

Polda Jatim Musnahkan 116 Kilogram Sabu dan Ribuan Miras

BERITA TERKINI

IndonesiaPos