JEMBER — IndonesiaPos
Setelah habis masa sewanya, Soni pemilik cucian mobil dan Cafe di Jalan Karimata menemui bupati Fawaid pada Kamis (19/2/2026) lalu. Dirinya minta keringanan harga sewa sembari memperpanjang proses sewa aset milik Pemkab tersebut.
Kepada media Soni mengaku cucian mobil sekaligus cafe NKRI tersebut didirikan atas dukungan Mantan Jenderal M dan jendral BRA, tujuannya untuk merekrut eks tahanan Napi terorieme. Meski dari informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, karywannya sebagian besar ternyata bukan eks napi teroris.
“Dulu yang meresmikan jendral M dan BRA, tujuannya untuk mempekerjakan eks tahanan Napi terorisme agar tidak kembali lagi ke kegiatannya yang dulu,”terangnya.
Pasca pemberitaan indonesiapos sebelumnya, Soni langsung menemui Fawaid untuk membicarakan proses perpanjangan sewanya. ” Saya sudah bertemu bupati dan beliaunya oke,”ujarnya.
Selama ini lanjut Soni, bupati tidak tahu adanya cafe tersebut, sehingga dirinya sudah 2 kali berkirim surat ke bupati dan berhasil ketemu Kemis lalu
“Kita menunggu kebijakan bupati untuk proses perpanjangnya. Diperkirakan akhir februari ini jawaban dari bupati,”jelasnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, masa sewa aset Pemkab telah habis, pengelola cuci mobil di karimata masih tetap beroperasi meski telah habis masa sewanya, kegiatan usaha cuci mobil/motor di jalan Karimata Jember tetap beroperasi. Dari pantauan Media terlihat sejumlah aktifitas usaha masih terus beroperasi.
Lahan aset milik Pemkab yang disewakan untuk usaha cuci mobil/motor tersebut menurut informasi sudah berakhir 2024 lalu, namun hingga berita ini diunggah, belum ada penyerahan ke Pemkab Jember. Data informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, proses sewanya dilakukan 23 Februari 2023.(kik)
Pengelolaan Aset Pemkab Jember Jadi Perhatian Serius DPRD Komisi C