<
18/10/2021
Beranda Daerah & Peristiwa

Pj. Sekda Sukaryo “Bohong”, Mangaku Open Biding Sudah Sesuai Kompetensi

BONDOWOSO, IndonesiaPos

Pemerintah daerah (Pemda) sudah mengumumkan nama tiga besar pelaksanaan open biding dari 14 Kepala Organisasi perangkat daerah (OPD) dikabupaten Bondowoso, yang kemudian akan menunjuk satu orang terbaik menurut versi Bupati.

Tahapan sudah berjalan sesuai prosedur dari perencanan dan tes tahap demi tahap sudah dilakukan bersama pansel.

Pj.Sekda Sukaryo mengatakan, setelah penentuan tiga besar ada waktu masa sanggah 2 kali 24 jam atau selama dua hari setelah itu, bupati akan mengirimkan surat kepada KSN melaporkan tiga besar yang sudah terpilih. (23/06/2021)

“Setelah rekomendasi dari KSN turun Bupati akan memilih satu dari tiga besar dan kalau tidak ada halangan melintang maka akan langsung diadakan pelantikan oleh bupati dari 14 OPD,”katanya.

BACA JUGA :

Pansel JTP Umumkan 42 Nama Yang Lolos Seleksi Akhir

Terkait satu nama muncul di tiga OPD, Sukaryo menyatakan, karena memang sedariawal diberikan kesempatan satu orang bisa daftar lebih dari satu.

Iklan-spot

“Kebetulan ditiga tempat, dia dapat nilai tertinggi dan kami tidak berani coret nilainya orang yang sudah bagus ditempatnya sehingga kami apaadanya, ini prosesnya betul transparan,”terangnya.

Dijelaskan, pada saat pleno bersama tim pansel kemarin, semua nilai dikembalikan kepada penilai, disuruh cocokkan, jadi dari proses administrasi disuruh dan paparkan kepada tim agar supaya tidak terjadi manipulasi penilaian yang tidak benar.

“Beberapa tahapan penilaian telah dilakukan. Contoh ada kompetensi bidang kita tampilkan, pada saat penilaian dari provinsi kami juga tampilkan dan pada saat wawancara akhir juga kita tampilkan dari empat penilaian tersebut kemudian ditambah dan dibagi sehingga ketemu hasil rata-rata akhirnya yang muncul yang diumumkan itu,”tegas Sukaryo.

Terkait kompetensi kompentensi peserta, ada yang tidak sesuai dengan  gelarnya,  yang seharusnya tehknik tapi diisi pejabat yang berlatar belakang pendidikan, ada pula kompetensinya sosial malah masuk di bidang hukum. Ini menandakan ada dugaan permainan ditingkat pansel, sehingga nampak jelas Pj.Sekda Sukaryo diduga membohongi publik, dan sudah menyampaikan tes Pejabat tinggi pratama sudah sesuai kompetensinya. (Pong)

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos