<
20/09/2021
Daerah & Peristiwa Advertorial Budaya & Wisata Sosial Ekonomi & Kesehatan

Agar Warganya Makmur dan Sejahtera, Pemdes Pojok Rutin Gelar Ritual Bersih Desa

BLITAR,Indonesia Pos

Tradisi Langen Beksan sebagai salah satu warisan budaya Jawa dijadikan sebagai ritual acara bersih desa didesa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Bersih desa ini rutin setiap tahun dan tidak bisa ditinggalkan. Tahun ini diawali kenduri massal dibeberapa tempat, dan penyerahan Al-Qur’an di masjid Desa Pojok. Selain itu, seni Langen Beksan ada pula pagelaran kuda lumping. Senin (21/06/2021).

Kepala desa pojok kecamatan Ponggok kabupaten Blitar Wiyoko, mengatakan,  kegiatan bersih desa  tahun 2021 ini di awali Minggu kedua, tanggal 13 sampai 21 Juni 2021.

Sementara warga petani melaksanakan kegiatan Susukwangan yaitu bersih-bersih sungai dan sumber sungai.  Kemudian pada hari Jumat kegiatan kenduri para petani di makam Desa Pojok dan di Sumber Bendo.

Pada hari Minggu, (20/6/2021) Acara dilanjutkan oleh ibu-ibu muslimat (tahlil bersama) dengan tujuan bersyukur dan desanya supaya maju serta aman.

Iklan-spot

“Kemudian acara yang sama pada malam hari oleh bapak-bapak, dan sekaligus pemerintah Desa menyerahkan 3 kitab suci Alquran supaya diberikan kepada tiga masjid di Desa pojok dan dusun karangrejo,”jelasnya.

Masih Wiyoko, hari ini Senin, (21/6/2021) digelar pagelaran kuda lumping dan Langen Beksan sebagai penutup acara bersih desa.

Menurutnya,  Langen Beksan adalah salah satu ritual yang harus dilakukan setiap tahun dan pemerintah desa Pojok dan masyarakat wajib melakukan.

“Dengan harapan  supaya semua warga masyarakat bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik, selalu berdoa kepada Allah yang maha kuasa supaya semua diberikan keselamatan, semoga warga selalu tertib,rukun dan damai,”tambahnya.

Ditempat yang sama wijiyanto Kasun desa Pojok menambahkan, pihaknya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dari tahun ke tahun kepada warganya, agar supaya lebih meriah dalam melaksanakan kegiatan bersih desa ini.

“Tetapi untuk tahun ini, karena ada pandemi Covid-19, pagelaran wayang kulit ditiadakan. Namun, budaya yang tidak bisa dihilangkan Langen Beksan karena itu sudah menjadi adat tradisi bersih desa di desa Pojok,”ungkapnya. (Lina)

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos