BANYUWANGI — IndonesiaPos
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, kembali menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam keberhasilan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) RHL yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh masyarakat penerima Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) serta Bibit Produktif.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan, yang bertujuan mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang produktif dan berwawasan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Sonny yang dikenal sebagai mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menyoroti kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat meluasnya lahan kritis.
Dampak kerusakan tersebut, menurutnya, kini semakin nyata dirasakan masyarakat dalam bentuk banjir, longsor, hingga kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah.
“Kondisi lingkungan kita semakin rusak dan lahan kritis semakin luas. Akibatnya, banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi. Karena itu, saya ingin njenengan semua hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai solusi,” tegas Sonny di hadapan peserta Bimtek.
Ia menjelaskan bahwa Rehabilitasi Hutan dan Lahan tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan penanaman pohon, melainkan sebagai upaya menyeluruh untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Program KBR dan Bibit Produktif, kata Sonny, dirancang agar masyarakat tidak hanya merasakan manfaat lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
“Program RHL, baik melalui KBR maupun Bibit Produktif, pelaksananya adalah njenengan semua. Pemerintah dan DPR memfasilitasi, tetapi keberhasilan program ini sepenuhnya ada di tangan masyarakat,” ujarnya.
Dalam suasana Bimtek yang berlangsung dialogis dan akrab ciri khas Sonny yang dikenal dekat dan membumi dalam berinteraksi dengan masyarakat. ia juga menekankan pentingnya menanam pohon yang bermanfaat dan menghasilkan, serta mendorong pelaksanaan kegiatan secara berkelompok agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Secara khusus, Sonny mendorong agar kelompok masyarakat mulai mengembangkan pembibitan tanaman sukun sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan dan penguatan ketahanan pangan.
“Saya minta kelompok masyarakat yang hadir mulai melakukan pembibitan sukun. Dalam pemahaman kami, sukun bisa menjadi makanan pendamping bahkan pengganti beras karena kandungan karbohidratnya hampir setara dengan nasi dan nutrisinya cukup lengkap,” jelasnya.
Menurut Sonny, pengembangan sukun juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Ia menambahkan bahwa saat ini sukun mulai dipandang sebagai superfood di Eropa, seiring meningkatnya kesadaran akan pangan sehat dan alternatif.
“Permintaan sukun dari pasar Eropa terus meningkat setiap tahun. Ini peluang besar. Artinya, rehabilitasi lahan tidak hanya bicara lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Jenis tanaman yang dikembangkan dalam program RHL meliputi tanaman buah dan tanaman kayu yang disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Namun demikian, Sonny menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan dan keberlanjutan pengelolaan.
“Program ini milik kita bersama. Keberhasilan sangat tergantung pada perawatan. Menanam pohon adalah investasi masa depan, dan lahan-lahan kosong harus kita ubah menjadi lahan yang produktif,” katanya.
Selain aspek teknis, Sonny juga mengaitkan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai universal yang hidup dalam berbagai ajaran agama, yang sama-sama menekankan pentingnya hidup bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.
Melalui rangkaian sosialisasi dan Bimtek RHL ini, Sonny berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa rehabilitasi hutan dan lahan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan komitmen, gotong royong, dan kepedulian jangka panjang demi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan generasi mendatang.
Sonny T Danaparamita Anggap BPKN Tak Menjalankan Tugas Dalam Melindungi Konsumen