JAKARTA — IndonesiaPos
Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, memberikan catatan khusus dalam rangka memperingati Hari Jadi Perum Perhutani ke-65 yang jatuh pada hari ini, 29 Maret 2026.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya transformasi institusi dalam menjaga ekosistem hutan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Menurut Sonny, secara historis, tata kelola kehutanan di nusantara memiliki akar yang sangat panjang, jauh sebelum Perhutani resmi dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 hingga 30 Tahun 1961.
”Jika ditarik lebih jauh, pengelolaan hutan kita sesungguhnya telah ada sejak tahun 1897 melalui Jawatan Kehutanan, yang kemudian bertransformasi pasca-kemerdekaan hingga akhirnya menjadi Perhutani pada 1961. Ini adalah usia yang sangat matang bagi sebuah institusi,” ujar Sonny dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).
Sonny menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian positif yang diraih Perhutani, sehingga Pengalamannya di Komisi VI memberikan perspektif mendalam mengenai tata kelola korporasi, sementara perannya di Komisi IV saat ini memperkuat sisi pengawasan kebijakan lingkungan.
Namun, ia tetap memberikan catatan reflektif bagi manajemen Perhutani. “Sebagaimana pepatah ‘tiada gading yang tak retak’, Perhutani masih perlu melakukan berbagai perbaikan mendasar. Tujuannya agar lembaga ini benar-benar menjadi institusi yang bukan saja menjaga hutan tetap lestari secara ekologi, namun juga membawa manfaat ekonomi nyata bagi rakyat,” tegas legislator dari Dapil Jatim III (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo) ini.
Lebih lanjut, Sonny menyoroti tantangan berat dalam menjaga luas hutan negara di Pulau Jawa dan Madura. Menurutnya, Perhutani tidak bisa berjalan sendiri di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa kunci keberlanjutan hutan terletak pada sinergi yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
kata Sonny, Menjaga hutan agar tetap lestari adalah tugas maha berat jika dilakukan sendirian. Maka diperlukan kolaborasi.
Namun menurutnya, kolaborasi hanya akan terjadi jika semua pihak berada dalam satu visi dan satu frekuensi. Selain itu, Sonny pun menggarisbawahi korelasi antara kondisi hutan dan kemakmuran warga.
“Kelestarian hutan akan terjaga jika kesejahteraan masyarakat sekitarnya tercipta. Sebaliknya, kesejahteraan masyarakat juga akan lestari jika semua pihak bijak dalam memanfaatkan hasil bumi ini secara berkelanjutan,” tambah Sonny.
Wakil Ketua Umum DPP PA GMNI ini menyampaikan ucapan selamat bagi seluruh keluarga besar BUMN kehutanan tersebut.
”Dirgahayu Perhutani ke-65. Teruslah mengabdi untuk bumi. Lestari untuk Negeri,”pungkasnya.