<

Tol Cisumdawu Retak, Pemerintah Pastikan Lalu Lintas Tetap Aman

BANDUNG — IndonesiaPos

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani retakan di Jalan Tol Cisumdawu KM 207+350 Jalur A arah Dawuan. Pemerintah memastikan arus lalu lintas tetap aman dan terkendali melalui pengaturan teknis di lapangan ini.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, retakan teridentifikasi sekitar seratus meter dengan pola menyerupai mahkota pada Jumat, 27 Maret 2026. Posisi retakan tersebut mendekati batas lajur kedua dan terus dipantau untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah awal, petugas telah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi terdampak. Selain itu, dilakukan pengaturan lalu lintas menjadi satu lajur serta pembatasan kecepatan kendaraan.

Penanganan teknis juga dilakukan dengan pengisian retakan menggunakan material beton. Area tersebut juga ditutup terpal untuk mencegah masuknya air yang dapat memperburuk kondisi jalan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan ini. Ia menyebut konektivitas tetap dijaga, namun kehati-hatian menjadi prinsip utama.

“Konektivitas harus tetap terjaga, namun yang paling utama adalah keselamatan pengguna jalan. Karena itu penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Dody dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menyampaikan ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan terbatas. Ia memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Dari sisi keselamatan, ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lajur lalu lintas terbatas. Seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Wilan.

Untuk penanganan permanen, Kementerian PU bersama BUJT PT Citra Karya Jabar Tol melakukan kajian teknis menyeluruh. Kajian tersebut meliputi pengukuran topografi, penyelidikan tanah, hingga analisis geoteknik untuk menentukan metode perkuatan yang tepat.

Saat ini telah dipasang tiga alat pemantau pergerakan tanah di lokasi terdampak. Hasil awal menunjukkan adanya indikasi pergerakan tanah yang menjadi dasar langkah penanganan lanjutan.

 

Pemerintah merencanakan perkuatan struktur menggunakan metode bore pile sepanjang sekitar seratus meter untuk penanganan permanen. Desain penanganan permanen tersebut ditargetkan selesai pada akhir April 2026.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi berkembang di lapangan. Salah satunya dengan penerapan contra flow di Jalur B (arah bandung) yang akan dikoordinasikan bersama pihak kepolisian.

Kementerian PU mengimbau pengguna jalan tetap tenang dan mematuhi rambu lalu lintas. Selain itu, pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari pemerintah.

 

Mulai Bergejolak, Tentara AS Tolak Perang Dengan Iran

 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos