JEMBER – IndonesiaPos
Pengukuhan guru besar di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menjadi momentum penegasan peran akademisi dalam menjawab persoalan kemanusiaan.
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni menekankan bahwa pengukuhan Prof. Rodliyah dan Prof. Nurul, adalah capaian tertinggi akademik tidak hanya diukur dari gelar, tetapi dari sejauh mana ilmu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Hepni, ilmu pengetahuan tidak semestinya berhenti pada ranah teoritis dan dogmatis. Ilmu harus hadir secara kontekstual, responsif terhadap realitas sosial, serta mampu merawat nilai-nilai kemanusiaan.
Guru besar, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan keilmuannya sebagai kekuatan transformasi sosial.
“Ilmu yang hidup adalah ilmu yang membumi, berdialog dengan realitas, dan memberi solusi atas berbagai persoalan sosial,” ujarnya Hepni Rabu (21/1/2026)
Dalam pengukuhan Nurul, Hepni menguraikan sejumlah nilai yang menjadi fondasi keilmuan seorang guru besar, antara lain keluhuran ilmu (nobility) yang melahirkan kebijaksanaan, komitmen untuk terus memperbarui wawasan (upgrading), kepekaan terhadap perubahan zaman (responsif), pendalaman makna kemanusiaan (understanding), serta penguatan budaya literasi sebagai pilar peradaban akademik.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi cahaya ilmu yang tidak hanya menerangi ruang akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial.
Sementara itu, pada pengukuhan Rodliyah, Hepni menyoroti pentingnya etika pengabdian dalam praktik keilmuan. Ia menyebutkan sejumlah prinsip yang perlu dipegang guru besar, seperti penghormatan terhadap martabat manusia (respectful), keilmuan yang menginspirasi, dedikasi pada pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, loyalitas terhadap nilai dan institusi, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Ilmu bukan sekadar wacana, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata yang berpihak pada kemanusiaan,” tegasnya.
Melalui pengukuhan dua guru besar tersebut, UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi keilmuan yang integratif, memadukan iman, ilmu, dan amal.
Guru besar diposisikan tidak hanya sebagai produsen pengetahuan, tetapi juga sebagai penjaga nurani sosial dan pengarah peradaban.
Pengukuhan ini sekaligus menandai awal tanggung jawab yang lebih besar bagi para guru besar untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan berdampak langsung dan memuliakan nilai-nilai kemanusiaan.
Mantan Bupati Bondowoso Amin Said Husni Raih Gelar Doktor di UIN KHAS Jember