Penulis: Uki Wahyu Saputro
EDITORIAL — IndonesiaPos
Gebrakan Bupati Fawaid dalam memfreming Pariwisata Jember Terkesan “sia-sia. Betapa tidak, sejumlah kebijakan yang telah diambil bertujuan untuk mendongkrak pemasukan Kas daerah/PAD dari sektor pariwisata akan berdampak pada munculnya beberapa persoalan. Sebab dengan belum disahkannya peraturan daerah terkait potensi Pariwisata kabupaten Jember sebagai dasar regulasi akan menimbulkan masalah.
Kita lihat saja beberapa program seperti layanan transportasi wisata “Bus Si Cinta” untuk keliling kota dengan titik kumpul di depan Kantor Pemkab Jember. Konektivitas ke Ijen dengan membuka akses dan kemudahan bagi warga Jember untuk menikmati wisata pegunungan dengan biaya lebih terjangkau, serta pengenalan sejumlah aset potensi wisata akan terbentur dengan regulasi dasar kebijakan yang belum jelas .
Hal ini berisiko memicu pungutan liar, konflik hukum, bocornya potensi penerimaan, dan tuntutan hukum bagi pemerintah daerah. Pemungutan retribusi atau pajak tanpa dasar hukum yang sah juga termasuk pelanggaran peraturan sebab tidak ada payung hukum yang menaungi.
Kondisi Belum adanya perda tentang pariwisata karena “terganjal” Raperda RIPPARKAB usulan inisiatif DPRD sejak 2021 yang hingga kini belum juga disahkan. Naskah yang diambilan dari Akademik perguruan tinggi di Jember tersebut “stagnant’,
Bahkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Jember Sejak 2022 sudah beberapa kali dilakukan pembahasan, namun sampai dengan saat ini belum ada kejelasan penetapan sebagai Perda yg menjadi dasar untuk pembangunan kepariwisataan jember.
Meski sempat difinalisasi dan sepakat eksekutiv dan legeslatif terkait subtansi raperda tersebut dan selanjutnya telah difasilitasi oleh pemprov pada November tahun lalu namun kini “pupus” ditengah jalan. Pertanyaan yang muncul dimasyarakat bagaimana nasib perkembangan pariwisata Jember tanpa Perda, tinggal menunggu keseriusan kedua belah pihak antara Pemkab Jember dan DPRD untuk memperdakan regulasi ini (kik)
Diduga Kurang Perawatan, Kondisi Videotron Di Alun-Alun Jember “Cacingan”

