<

Warung Madura di Timur Markas Brimob Bondowoso Terbakar

BONDOWOSO — IndonesiaPos

Sebuah warung di jalan raya Situnbondi terbakar, di duga kuat sebagai penyebabnya adalah akibat punting rokok saat pemilik warung memindahkan bensin ke dalam botol eceran sambil hendak menyalakan rokok Pada Senin (2/11/2026) malam.

Akibat kejadian tersebut, pemilik warung bernama Robi mengalami luka bakar sekitar 40 persen pada bagian kedua tangan dan kedua kaki. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tenggarang untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu berada di sebelah Kantor Brimob Tenggarang. Laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 22.10 WIB setelah warga mengetahui kobaran api dan melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran.

Berdasarkan informasi sementara, saat kejadian warung dalam kondisi sudah tutup. Robi diduga sedang memindahkan bensin ke botol-botol eceran menggunakan selang. Namun, selang pengisian tersebut terlepas tanpa disadarinya.

Pada saat bersamaan, korban hendak menyalakan rokok. Api kemudian diduga menyambar bensin hingga membesar dan membakar warung beserta barang-barang di dalamnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan, berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga dipicu keteledoran saat memindahkan bahan bakar minyak yang dilakukan bersamaan dengan aktivitas menyalakan rokok.

“Dugaan sementara, api tersulut ketika pemilik warung sedang memindahkan bensin ke botol eceran dan pada saat bersamaan hendak menyalakan rokok. Api kemudian menyambar dan membesar,” ujarnya dihubungi pada Selasa (3/11/2026).

Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang di dalam warung ikut terbakar. Di antaranya dua unit sepeda motor jenis Honda CBR dan Yamaha Vixion, stok sembako, bensin, rokok, serta barang dagangan lainnya. Bangunan warung juga mengalami kerusakan akibat kebakaran.

“Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta,” ungkapnya.

Petugas Damkar Bondowoso mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen terhadap kejadian tersebut. Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan, di antaranya Polsek Tenggarang, Brimob Tenggarang, Koramil Tenggarang, Satlantas, PLN, serta warga setempat.

Vara Tedy mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menangani bahan bakar minyak, terutama saat melakukan pemindahan atau pengisian ke wadah lain.

Pasalnya, bensin merupakan bahan yang mudah menguap dan uapnya dapat tersulut oleh sumber api maupun percikan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat tidak merokok atau menyalakan sumber api di sekitar aktivitas penyimpanan maupun pemindahan bensin guna mencegah kejadian serupa,” pintanya.

 

BPBD Bondowoso Bantu Logistik Bagi Korban Kebakaran di Tapen

 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos