BONDOWOSO — IndonesiaPos
Dua korban pendaki gunung piramid yang terjatuh dan meninggal Minggu 2/8/2026, hari ini Rabu 6/8/2026 di evakuasi, dengan kondisi dan medan yang cukup extrim.
TIM SAR gabungan Bondowoso langsung melakukan evakuasi ke lokasi, meskipun tidaklah mudah hingga mamakan waktu seharian untuk mencapai titik pos 1 di desa Tegal Tengah Kecamatan Curahdami.
Kronologisnya terjadi pada hari Minggu 2/8/26, korban bernama Hj Meliya finda (51) dengan anak 1 asal Surabaya, datang ke Bondowoso untuk melakukan pendakian ke gunung Piramid dan dipandu oleh warga asal desa Traktakan Kecamatan Wonosari Erfan (35). “Informasi yang dihimpun IndonesiaPos bahwa Ervan ( korban) mendapat upah sekitar Rp750 ribu.sebagai pemandu,”kata salah satu keluarga Erfan.
Dikonfirmasi keluarga korban asal Surabaya yang tidak lain adalah adik kandung koban Nadif, menyampaikan bahwa mendengar kakaknya meninggal dari Instagram dan tiktok.
Kecurigaan Nadif awalnya terjadi sesuatu pada kakaknya karena biasanya Tiktoknya selalu online.
“Maka dari itu keluarga sampai saat ini masih belum percaya kalau kakak saya meninggal digunung piramid ini,”kata Nadif.
Kapolres Bondowoso AKBP Dr.Aryo Wibowo yang juga turut serta ke lokasi dalam evakuasi kedua korban tersebut
Evakuasi korban saat di pos 1 desa Tegal Tengah Kecamatan Curahdami. Dimana mobil ambulan dan mobil jenasah parkir tepat pukul 19:25 WIB. (Tikno)
Dua Pendaki Maliya Dan Irfan Yang Hilang Di Gunung Piramid Ditemukan Meninggal