SIDOARJO — IndonesiaPos
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sarana Keadilan Rakyat Indonesia (YLBH SKRI) resmi melebarkan sayap perjuangannya di Jawa Timur. Melalui pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Surabaya Raya beserta jajaran pengurusnya, YLBH S.K.R.I menegaskan komitmennya untuk hadir membela hak-hak rakyat kecil.
Prosesi pelantikan tersebut digelar di sebuah kafe di kawasan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (25/10/2026). Suasana khidmat dan penuh semangat kekeluargaan mewarnai acara yang menjadi tonggak awal perjuangan penegakan hukum di wilayah Surabaya Raya tersebut.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum YLBH S.K.R.I, Muhammad Khoirul Huda. Dengan pembawaan tegas dan berwibawa, ia secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan amanah kepemimpinan kepada Ketua DPC Surabaya Raya yang baru dilantik.
Dalam sambutannya, Khoirul Huda menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial belaka, melainkan awal dari babak baru perjuangan yang lebih besar dan penuh tanggung jawab.
“Selamat dan sukses atas amanah baru yang kini berada di pundak saudara Ketua DPC Surabaya Raya beserta seluruh jajaran. Pelantikan ini bukan hanya seremoni, ini adalah awal dari perjuangan baru dalam menegakkan keadilan bagi masyarakat, khususnya wong cilik yang membutuhkan pendampingan hukum,” ujar Khoirul Huda.
Mengusung tema besar “Jangan Lupakan Sejarah dan Perkuat Tali Persaudaraan, Kerukunan, Kekompakan, dan Kesolidan”, Ketum YLBH S.K.R.I menitipkan tiga amanah penting yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pengurus DPC Surabaya Raya.
Amanah pertama adalah Jasmerah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Khoirul Huda mengingatkan bahwa Surabaya adalah Kota Pahlawan yang memiliki roh perjuangan, keberanian, dan pengorbanan yang harus menjadi spirit dalam membela keadilan.
“Jangan pernah lupa mengapa lembaga ini didirikan. YLBH S.K.R.I lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan sepenuhnya untuk membela hak-hak hukum rakyat kecil yang tertindas. Jadikan sejarah sebagai kompas agar kita tidak salah arah dalam melangkah,” tegas pria berpotongan cepak tersebut.
Amanah kedua adalah memperkuat tali persaudaraan dan kerukunan. Ia ingin DPC Surabaya Raya menjadi rumah bersama yang sejuk, baik bagi para pencari keadilan maupun bagi seluruh anggota internal. Ia menekankan pentingnya meredam ego sektoral dan mengedepankan kebersamaan.
“Jadikan DPC Surabaya Raya sebagai rumah bersama. Tempat bernaung bagi para pencari keadilan dan wadah yang nyaman bagi anggotanya. Di dalam YLBH S.K.R.I, kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita adalah satu keluarga besar yang diikat oleh visi kemanusiaan yang sama,” tambahnya.
Kemudian amanah ketiga yang paling ditekankan adalah menjaga kekompakan dan kesolidan. Menurutnya, tantangan penegakan hukum di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik sangatlah kompleks, sehingga membutuhkan barisan yang solid dan satu komando.
“Satu komando, satu visi. Solid di dalam, tangguh di luar. Saling mendukung, saling mengisi kekurangan, dan tegak lurus pada marwah serta AD/ART organisasi. Jika di dalam kita solid, maka tidak ada badai dari luar yang mampu meruntuhkan kita,” serunya dengan penuh semangat yang disambut tepuk tangan hadirin.
Di akhir pidatonya, Ketua Umum memberikan arahan kerja konkret kepada pengurus yang baru dilantik. Ia meminta agar segera melakukan konsolidasi internal, melakukan pemetaan persoalan-persoalan hukum yang dihadapi masyarakat di wilayah Surabaya Raya, serta memberikan solusi hukum yang nyata, humanis, dan berintegritas.
“Ingatlah, jabatan ini adalah amanah. Dan amanah ini akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada organisasi dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita kepalkan tangan bersama, kibarkan panji-panji YLBH Sarana Keadilan Rakyat Indonesia di Surabaya Raya. Maju terus pantang mundur demi keadilan rakyat!” pungkasnya. (Din)
Organisasi Internasional dan 9 Negara Bantu Indonesia Lawan Corona
