JEMBER — IndonesiaPos
Munculnya isu tak sedap terkait rencana pengkondisian proyek dalam penggunaan APBD perubahan 2026 membuat sejumlah pelaku usaha pengadaan barang dan jasa Jember mengambil langkah. Mereka ingatkan sejumlah pihak untuk tidak berkonspirasi dalam hal ini.
Martin salah seorang rekanan Jember kepada media mengingatkan agar pihak pengguna anggaran di dinas tidak “bermain”. Sebab jika itu dilakukan maka potensi masuk keranah korupsi bisa saja terjadi.
“Dinas maupun BPBJ jember harus fair dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sebab sedikit saja salah melangkah, dampaknya bisa ke ranah hukum,” ujarnya.
Dikatakan Martin, dugaan korupsi selalu diawali dari perencanaan, imbasnya akan berpengaruh terhadap pemenang lelang atau pelaksana kegiatan, “jika perencanaan dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan rekanan yang akan dimenangkan dalam proses ini maka banyak hal yang dipaksakan,”terangnya.
Dan ini menurut Martin sering terjadi dimana persyaratan lelang dengan sengaja dibuat sedemikian rupa sehingga hanya rekanan yang telah disiapkan saja yang bisa memenuhi dokumen persyaratan lelangnya.
“Ujung-ujungnya berpotensi konspirasi sebab istilahnya tidak ada makan siang gratis, pasti ada sesuatu dibalik itu,”tambahnya.
Senada dengan Martin, salah seorang rekanan yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, ada potensi pengkondisian dalam proses pengadaan barang dan jasa di anggaran APBD perubahan kali ini.
Potensi ini menguat karena bocor informasi bahwa salah seorang konsultan perencanaan “dipaksakan” untuk masuk dalam proses lelang yang rencananya akan di mulai di BPBJ. ” Konsultan ini sudah berkoordinasi dengan rekanan yang disiapkan sebagai pemenang,”tuturnya.
Tidak tanggung-tanggung, oknum konsultan ini juga yang rencananya “menghandle” beberapa pengadaan barang dan jasa. “Saya berharap proses pengadaan barang dan jasa kali ini lebih clean dan clear supaya bisa dirasakan oleh pelaku usaha pengadaan barang dan jasa yang mengais rejekinya disana”pungkasnya
Untuk proses pengadaan barang dan jasa sendiri, hingga berita ini diunggah masih belum sepenuhnya berjalan. Padahal jika dihitung menurut kalender hari, tinggal beberapa bulan lagi tutup tahun 2026. Apakah bisa terserap semua anggaran tersebut? (kik)