<

Pekan Depan 780 Prajurit TNI Dikirim ke Libanon

JAKARTA — IndonesiaPos

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperketat pasokan informasi intelijen serta menyiapkan mitigasi risiko yang terukur menjelang pengiriman ratusan prajurit ke Libanon. Adapun, 780 prajurit TNI direncanakan untuk bergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir bulan ini.

Amelia menegaskan, Komisi I mendukung penuh komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Namun, ia mengingatkan agar tragedi gugurnya prajurit TNI pada misi sebelumnya tidak boleh terulang kembali.

“Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah, terutama Kementerian Pertahanan dan TNI, untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB. Namun, ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian,” ujar Amelia dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini meminta TNI memastikan seluruh personel dibekali dengan aturan pelibatan (rules of engagement), prosedur perlindungan pasukan (force protection), serta kemampuan menghadapi ancaman serangan asimetris di lapangan.

Selain kesiapan fisik dan taktis, Amelia menjabarkan aspek penting lain yang harus dipenuhi secara matang sebelum keberangkatan, meliputi kekuatan alutsista, jaminan dukungan logistik, hingga skenario evakuasi darurat (kontingensi) jika eskalasi konflik di perbatasan Israel-Libanon mendadak memburuk.

“Dinamika keamanan di wilayah tersebut masih sangat fluktuatif, sehingga memerlukan pengawasan serta evaluasi berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan,” tambah Amelia.

Rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Pemerintah menjadwalkan ratusan personel TNI tersebut akan bertolak menuju daerah operasi pada pekan depan.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya (sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” ungkap Sugiono usai agenda pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa.

 

Jumlah Tersangka Dalam Kasus Penculikan Kacab Bank, Dari TNI AD Bertambah Jadi Tiga

 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos