<

Perang Dingin Antar Pendukung Salwa-Irwan Semakin Panas


BONDOWOSO, IndonesiaPos

Perang urat syaraf antar pendukung pasangan Salwa-irwan yang kini sudah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso semakin hari semakin gagap gempita di dunia maya.  Perbedaan pendapat perihal sanksi untuk Sekda adalah topik utama dalam berebut opini publik.

Meski demikian para pendukung yang kini silang pendapat tetap bersatu bahwa Bupati Salwa adalah sosok yang harus didukung selama untuk kepentingan rakyat,  namun untuk urusan Sekda, mereka memiliki pendapat berbeda dan dari sanalah akar permusuhan itu bermula.

Sementara, sejumlah fraksi di DPRD juga memiliki friksi beda meski mayoritas bahwa dewan menginginkan Bupati memberikan sanksi berat pada pejabat yang melakukan pelanggaran hukum dalam hal mutasi jabatan. Bupati diharapkan segera melakukan langkah politik kongkret agar kegaduhan ini segera selesai dan pelayanan serta pembangunan kembali normal dan perjalanan damai.

“Menarik, apa yang terjadi saat ini di Bondowoso cukup menarik. Yang bertengkar justru antar pendukung pasangan sabar. Padahal seharusnya mereka bersama sama membangun kekuatan untuk memperkuat posisi Bupati. Sudah bukan saatnya mereka bertikai persoalan yang sebenarnya bukan ranah mereka. Seharusnya mereka menyalurkan gagasan ke Bupati bagaiamana agar Bondowoso ini maju. Bukan bertengkar antar pendukung,” terang ketua DPD LSM Jaka Jatim,  Jamharir. 

Menurut Jamharir, Bupati harus segera melakukan dan mengumpulkan seluruh pendukungnya untuk urun rembug memecahkan persoalan yang saat ini menderanya.

“Terutama Bupati memanggil partai pendukung seperti PDIP dan PPP. Sebab mereka tentu memiliki gagasan untuk keluar dari masalah ini. Bupati tidak boleh melakukan pembiaran ini karena dampaknya pada rakyat. Coba PDIP ajak kembali bersatu membangun. PDIP saat ini kenapa berada di seberang jalan, ya mungkin karena Bupati merasa tidak butuh PDIP. Ini tidak baik, termasuk juga dengan PPP, harus dikumpulkan bersama dan mengajak kembali mereka untuk duduk dalam satu barisan,”katanya.

Ketua fraksi PDIP Andi Hermanto mengakui bahwa Bupati selama ini tidak pernah mengajak PDIP untuk urun rembug dalam banyak hal. Sehingga PDIP merasa ditinggal hingga akhirnya memilih berada di seberang jalan bersama PKB dan Golkar.

“Terkait Sekda, Bupati juga harus segera melakukan tindakan apakah merespon surat dari dewan atau tidak. Tapi ingat jika Bupati abai, maka kegaduhan ini akan terus berlanjut. Tetapi jika tidak, maka posisi bupati akan semakin kuat,” terangnya. (lis)

BERITA TERKINI

IndonesiaPos