<

Program Home Care “Terbatas” Bagi Masyarakat Miskin, Bagaimana Dengan Masyarakat Berpenghasilan Pas-pasan?

JEMBER — IndonesiaPos

Program home care sebagai layanan kesehatan secara jemput bola gratis yang di launching beberapa waktu lalu berfokus bagi masyarakat miskin dengan istilah “dokter Keluarga”. Dengan persiapan sarana prasarana 50 armada khusus didukung 1200 tenaga kesehatan menjadi salah satu program “andalan” Jember.

Syarat khusus untuk mendapatkan layanan program home care diantaranya,  Lansia tunggal atau sebatang kara, Ibu hamil dengan risiko tinggi, Anak balita dengan kondisi stunting, Penyandang disabilitas yang memiliki penyakit penyerta/bawaan, Warga kurang mampu dengan penyakit kronis atau berkepanjangan dan tokoh agama.

Syarat tersebut disesuaikan dengan data yang ada di dinas Sosial. Sebagai tim pendamping dinas sosial berperan aktif dalam program home care


Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan pihaknya melakukan koordinasi langsung dengan pihak terkait dalam program ini , ” Dinas Sosial sebagai pembuka pintu dalam memvalidasi data kondisi riil penerima program home care,”tuturnya.

Tim pendamping dilapangan melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum turun ke sasaran  untuk memastikan apakah sudah sesuai apa belum, termasuk bagaimana kondisi riil masyarakat tersebut.

“Jika yang bersangkutan masuk kategori miskin dengan beberapa kriterianya maka dinas sosial memberi bantuan berkelanjutannya, seperti pemberian sembako, dan fasilitas lainnya yang diperlukan pasca menjalankan program home care  ,”tambahnya.
 [penci_related_posts title=”BACA JUGA” number=”5=” style=” list=” align=” orderby=”random”]
Sementara itu, ditengah gencarnya program home care diberbagai media sosial, banyak masyarakat  Jember yang tidak sepenuhnya paham bagaimana program itu di jalankan. Dampaknya muncul sejumlah pertanyaan masyarakat bagaimana jika masyarkat yang ekonominya pas-pasan hanya bisa buat makan dan kebutuhan sehari-hari bisa dibantu dalam program home care ini?

Ternyata tidak sepenuhnya  Mereka Bisa mendapatkan kemudahan program ini. Jika ternyata masyarakat tidak masuk dalam kategori masyarakat miskin “sekali”, mereka bisa  masuk melalui kanal wadul Gus,’e. Disana sudah disiapkan tim untuk terjun ke lokasi didampingi tim pendamping dari dinsos dan dinas kesehatan untuk memperoleh manfaat program home care. Jika ternyata setelah itu  saat diverifikasi ternyata dianggap masuk kategori masyarakat mampu,  mereka tidak mendapatkan bantuan berkelanjutan dari dinas sosial.

Disinilah kanal Wadul Gus’e akan dipertaruhkan, akankah bisa memberi kepuasan kepada masyarakat sesuai dengan gebyarnya program home care, atau seperti banyaknya keluhan masyarakat yang mereaksi kanal wadul Gus’e tidak maksimal (kik)

Pemkab Jember Tak Serius Urusi Kepemilikan Asetnya, Sejumlah Aset Diprediksi Akan Berpindah Tangan

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos