<

Santoso Madura Bakar Sejarah! Nama Pamekasan Akan Terukir DI Kitab Sastra Asean

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Nama Santoso Madura anak tanah garam ini resmi mencatat tinta emas. Ia akan dikukuhkan oleh Akademi Puisi Multimedia Asnur sebagai Deklamator Puisi ASEAN dan Penulis Talibun ASEAN dalam mahakarya Kitab Talibun 1500 Penulis Asean.

Ini bukan sekadar prestasi. Ini peluru! Bukti bahwa semangat “Taneyan Lanjang” masih hidup dan membara di dada anak Madura, Pamekasan, Selasa (8/9/2026)

Puluhan tahun. Santoso berjuang tak ada sorotan bahkan tak ada panggung besar. Hanya puisi, monolog, lawak, dan dongeng yang ia gendong sendiri dari kampung ke kampung.

“Se-Pamekasan, se-Madura, hanya ada satu Santoso Madura! Saya jalan sendiri. Tapi saya tidak pernah berhenti. Karena saya percaya, suara anak Madura harus didengar dunia!” ucapnya lantang, matanya berkaca.

Dan kini, dunia mendengar. Namanya akan berdiri sejajar dengan 1500 penulis terbaik se-Asean.


“Kami seniman daerah butuh pelukan pemerintah. Karena kalau nama Madura harum di Asean, yang disebut tetap: Pamekasan! Madura!

Tandai 2 Sejarah Yang Akan ditulis adalah, di babak pertama pada 14 November 2026 di Jakarta merupakan momentum Pengukuhan Deklamator Puisi Asean. Santoso akan membacakan sebuah Puisi ” Aku Anak Madura”.

Ini merupakan sebuah puisi perlawanan. Tentang keringat di ladang tembakau. Tentang kerasnya karang. Tentang garam yang menguatkan mental anak Madura.

Oo

Sedangkan di Babak  ke dua (2) dilaksanakan di Pakanbaru Riau tepatnya tanggal 20 Desember 2026 Pengukuhan Penulis Talibun Asean.

Tulisannya akan abadi di Kitab Talibun 1500 Penulis Asean. Dan ini salah satu karyanya:
– Pergi ke hutan cari bidara.
– Tunas diambil tanam sendiri.
– Kelak jadi obat manjur.
– Pikir sebelum unjuk bicara.
-Ucap kata bijak berperikemanusiaan agar kelak hidup mujur


Enam baris. Tapi menampar. Itulah kearifan Madura: Diam dulu, pikir dulu, baru bicara!

Usia tak membuatnya redup. Justru semakin Menyala. Santoso selain itu juga sebagai Anggota MADAS Serumpun Pamekasan dan nahkoda Komunitas Santoso Madura – Aktivis Seni Teater dan Puisi dengan semboyan “Kita Adalah Saudara”, ia terus menyulut obor di Bumi Gerbang Salam.

“Untuk anak muda Madura: Jangan Takut! Malu berkarya itu bodoh. Angkat kepalamu! Tunjukkan taring Madura. Kita punya karya. Kita punya suara. Kita punya harga diri!” tegasnya.

Santoso Madura telah membuktikan: Usia boleh tua. Tapi semangat berkarya tidak kenal kata pensiun. (Roy)

Semi Final Pemilihan Duta Batik Madura 2024 Dihadiri Sejumlah Budayawan

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos