<
22/05/2022
Daerah & Peristiwa IndonesiaPos

TRC PPA Pertanyakan Tindakan Satpol PP Cukur Rambut Plontos Anak Punk

BANYUWANGI, IndonesiaPos

Koordinator Nasioanal Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) pertanyakan tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Banyuwangi terkait penanganan atau penegakan Peraturan Daerah (Perda)  terhadap anak yang masih di bawah umur harus dicukur plontos.

Selain itu, foto anak yang diduga masih dibawah umur tersebut di unggah ke media sosial

Koordinator Nasional TRC PPA Jenny Claudya Lumowa melalui Very Kurniawan,  Adanya foto ke empat anak laki – laki yang diunggah di IG dengan nama satpolpp_kab.banyuwangi dengan sebuah tulisan  ”Giat patroli rutin jalan protokol kota Banyuwangi, disaat patroli tim satgas trantibum menemukan 5 anak punk yang hendak mengamen di traffic light patung kuda, maka anggota langsung membawa anak punk tersebut ke mako untuk di bina dan data”.

Selang 1 jam kemudian, anggota mendapat laporan dari warga tentang keberadaan anak punk berjumlah 4 orang, hendak mengamen di traffic light Lateng, tim satgas trantibum mendatangi ke lokasi untuk mengamankan mereka.

“Dari ke empat orang anak yang ada di foto, nampak kepala plontos semua.”ujarnya

Very, mempertanyakan tindakan Satpol PP yang mencukur plontos anak jalanan atau anak punk itu dasar hukumnya.

“Jika itu sebagai sanksi sosial, pantas dan tepat kah? Ini menyangkut psikologi anak Juga ” terang Very.

Dengan adanya anak-anak jalanan kata dia, pihak pemerintah harus memberikan fasilitas untuk di Bina dan di berikan tempat yang layak

”Kenapa tidak dibina dan diberikan tempat yang layak. Bukannya anak terlantar itu dipelihara oleh Negara kang? Kalo seperti ini malah moral mereka yang kena, ” imbuh Veru

Menurutnya, hak anak dan pemberlakuan persolan pada anak dengan orang dewasa itu berbeda dan itu sudah ada Undang – Undang spesialisnya.

“Harusnya Pol PP membangun komunikasi yang baik dengan Dinas Sosial untuk mencari solusi penanganannya. Undang Undang Dasar secara tegas berbunyi bahwa anak terlantar ditanggung oleh Negara,”tegasnya.

Dis berharap, ke depan, Pol PP menangani persoalan jika berkaitan dengan anak ya yang lebih humanis lah. “Kita sangat mendukung dan menghargai kinerja Pol PP tapi yang ada kaitan dengan anak, harap lebih ramah”pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Banyuwangi Adian Darmauli Sinaga masih belum memberikan jawaban (ari bp)

iklan ucapan

BERITA POPULER

Kolom Komentar

IndonesiaPos
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com