PAMEKASAN — IndonesiaPos
Di saat matahari tepat berada di atas kepala, suara adukan semen dan denting cangkul masih terdengar dari sebuah sudut Dusun Kobarung, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Minggu (18/10/2026). Puluhan orang, yang terdiri atas anggota TNI dan warga, masih terus mengerjakan proyek saluran air.
Mereka adalah personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan bersama masyarakat. Proyek yang sedang mereka garap adalah drainase dengan total panjang mencapai 70 meter.
Ukuran saluran tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Bagian lebarnya mencapai 60 sentimeter, sedangkan tingginya mencapai 80 sentimeter. Dengan dimensi tersebut, saluran diharapkan mampu menampung debit air dalam jumlah besar, baik untuk kebutuhan pertanian maupun untuk mengantisipasi curah hujan tinggi.
Kegiatan pengerjaan drainase itu menjadi salah satu agenda utama TMMD ke-130 di Desa Jarin. Tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi TNI dan masyarakat untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan emosional.
Kofifah, perempuan warga setempat, mengaku merasakan langsung manfaat dari kebersamaan itu. Ia menilai, kehadiran TNI di dusunnya tidak hanya membawa material dan tenaga, tetapi juga membawa rasa optimistis bagi masyarakat.
Ia mengisahkan, selama bertahun-tahun petani di Dusun Kobarung harus berjuang dengan keterbatasan saluran air. Sawah-sawah mereka yang membentang hingga puluhan hektare kerap mengalami kekurangan pasokan air pada musim kemarau, namun di sisi lain kesulitan membuang air saat musim hujan.
Kofifah menyebut, kondisi itu membuat hasil panen tidak maksimal. Banyak petani terpaksa mengatur jadwal tanam dengan cara yang tidak efisien karena bergantung pada kondisi aliran air yang tidak menentu.
Menurut Kofifah, pembangunan drainase ini adalah jawaban atas persoalan yang selama ini menjadi keluhan utama warga. Ia berharap, setelah saluran selesai, petani tidak lagi kesulitan mengairi lahannya.
Ia juga menyampaikan kesan mendalam saat melihat anggota TNI yang tetap bekerja di tengah panas yang menyengat. Menurutnya, semangat para prajurit itu menular kepada warga, sehingga warga pun merasa termotivasi untuk ikut berkontribusi.
Sementara itu, pihak Satgas TMMD menyatakan, pekerjaan drainase dilakukan dengan sistem gotong royong sebagai implementasi dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prinsip itu menjadi fondasi utama dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD.
Selain menjadi saluran irigasi, drainase ini diproyeksikan memiliki fungsi ganda. Pada musim hujan, saluran akan berfungsi sebagai jalur pembuang air sehingga permukiman warga tidak lagi tergenang. Fungsi ini dinilai sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan.
Jika dilihat dari sisi sosial, pembangunan drainase ini juga menjadi simbol nyata bahwa pembangunan di desa dapat berjalan efektif ketika masyarakat terlibat aktif. Warga bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku pembangunan.
Hingga sore hari, pengerjaan drainase masih terus berlanjut. Satgas dan warga menargetkan pekerjaan dapat segera diselesaikan agar masyarakat dapat segera memanfaatkan saluran tersebut.
TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin aktif menjaga infrastruktur yang telah dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Din/Roy)
TNI dan Warga Jarin Bersatu Bangun Drainase 110 Meter Dalam Rangka TMMD ke-130 di Pamekasan