PAMEKASAN — IndonesiaPos
Penolakan Makanan Bergizi (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan pada Senin (9/3/2026) lalu viral di media sosial, termasuk di akun TikTok Indonesia Pos.
Video penolakan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat, dengan lebih dari 150 ribu tontonan dan 3.000 komentar.
Dalam video tersebut, seorang guru menunjukkan bagian MBG yang berupa tahu dan tempe mentah yang disatukan dalam satu boks tertutup, serta ikan lele yang sudah berbau tidak wajar. Guru tersebut khawatir jika makanan tersebut akan busuk sebelum sampai ke tangan siswa.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Pamekasan, Moh. Arifin, menjelaskan bahwa keputusan penolakan MBG tersebut bukan untuk menolak program pemerintah, tetapi untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
“Kami ingin menjaga keselamatan dan kesehatan anak didik kami. Kami tidak serta merta menolak, tapi kami perlu memberikan teguran agar pelaksanaan pemberian MBG bisa lebih diperhatikan,” kata Arifin.
Arifin juga menyatakan bahwa sekolah masih menjalin kerjasama dengan dapur yang menyediakan MBG, namun dengan catatan bahwa kualitas makanan harus lebih diperhatikan.
“Kami ingin niat memberikan gizi yang baik kepada mereka benar-benar terlaksana tanpa ada hal yang malah membuat kesehatan siswa terganggu,”ujarnya.
Netizen yang menonton video tersebut banyak yang mendukung keputusan sekolah. “Sekarang menu MBG di rapel beberapa hari makin di kurangi, dan semakin hari terlihat tidak karuan,” tulis akun @CHERFATAN. “
Ditempat yang terpisah, Moh. Arifin Kepala Sekolah SMA Negeri 2 mengatakan pihaknya melakukan penolakan MBG pada hari Senin 10 Febuari 2026 pukul 09.00 WIB sangat setuju.
Mantan Kepala SMA Negeri 1 Pamekasan ini menegaskan penolakan yang kami lakukan itu sebagai bentuk menjaga keselamatan kesehatan anak didiknya, dan semoga sekolah yang lain juga waspada mending d tolak kalau sekiranya kurang aman bagi kesehatan anak didik kita.
“Penolakan MBG untuk SMA Negeri 2 ini, cukup signifikan, artinya ini sebagai bentuk untuk pertanggungjawaban kami kepada anak didik kami untuk lebih waspada dalam menjaga keselamatan kesehatan siswa siswi kami agar tidak terjadi segala sesuatu nya, lebih baik kami menolak dari pada kurang aman bagi kesehatan anak didik kita,” tandasnya.
Arifin berharap bahwa program MBG dapat dilaksanakan dengan prosedur dan aturan yang benar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi penerus bangsa, ujarnya pada awak media saat di temui di ruang kerja.
BGN Minta Masyarakat Segera Lapor Jika Menu MBG Tidak Sesuai

