<
28/10/2020
Beranda Nasional Pemerintahan Peristiwa Sosial Ekonomi

Bupati Bondowoso Raih Penghargaan Natamukti 2020 dari Menteri KUKM Teten Masduki

Loading...

BONDOWOSO, IndonesiaPos

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Republik Indonesia, Teten Masduki, menyerahkan penghargaan Natamukti tahun 2020 dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia City Award 2020 kepada Bupati Bondowoso Salwa Arifin secara virtual di Peringgitan Bondowoso, Kamis (17/9/2020).

Penghargaan tersebut diberikan setelah Pemkab Bondowoso berhasil mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Sekaligus mampu mendorong UMKM tetap berdaya disaat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dan mampu menciptakan ekosistem bagi pelaku UKM.

Penerimaan penghargaan bergensi tersebut, dihadiri Pj Sekda Bondowoso, Sukarjo, kepala Bappeda, Farida, Kadis Koperindag Sigit Purnomo, dan sejumlah pejabat pemkab Bondowoso lainnya.

Baca Juga : Sukses Membangun UMKM, Bondowoso Kembali Mendapat Penghargaan Bergengsi Dari Organisasi Internasional

Menteri Teten Masduki dalam sambutannya  menyatakan, sektor UMKM memberikan sumbangsih signifikan pada perekonomian nasional. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen. Kekuatan ekonomi Indonesia 99 persen dari pelaku ekonomi sektor UMKM, karenanya kemajuan ekonomi Indonesia tergantung pada pengembangan UMKM.

Pandemi Covid-19, tambah Teten, secara nasional berdampak signifikan pada operasional UMKM. Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran hingga Rp321 triliun untuk penyerapan produk UMKM. Saat ini baru terserap 18 persen.

Dukungan pemerintah tersebut diharapkan membantu eksistensi UMKM. Pemerintah juga tengah menyiapkan ekosistem permodalan, perijinan, dan pemasaran yang mendukung pengembangan UMKM.

Baca Juga : Diskoperindag Bondowoso Mulai Data Pelaku UMKM Yang Terdampak Covid-19 Untuk Recovery Ekonomi

Pada masa pandemi virus yang pertama muncul di daerah Wuhan, China itu, pelaku usaha dituntut mampu mengoptimalkan produksinya melalui pemanfaatan teknologi. Salah satunya melalui digital marketplace atau pasar online.

Iklan-spot

Produk UMKM terus didorong dapat diserap baik pasar domestik maupun global. Di samping itu, integrasi antara sektor UMKM dan usaha skala besar hendaknya diperkuat untuk memdukung peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan UMKM harus melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari perbankan, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, pasar digital hingga masyarakat,” terang Teten Masduki.

Baca Juga : UMKM Bondowoso Raih Perastasi Di Pameran Terbesar Di Jatim

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin menyatakan, pihaknya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut. Bupati berharap penghargaan ini dapat dijadikan motivasi bagi pengembangan UMKM di daerah untuk berkembang lebih baik lagi.

“Penghargaan ini juga jangan menjadikan cepat berpuas diri, dengan dukungan penuh Pemkab, UMKM diharapkan dapat lebih tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing yang kuat,”kata Bupati Salwa Arifin.

Menurut Bupati, Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memberdayakan UMKM. Pandemi Covid-19 dapatnya dijadikan momentum untuk me-restart atau mengatur ulang untuk menyusun grand desain dalam mewujudkan UMKM mandiri.

Sementara itu, President of ICSB Indonesia, Hermawan Kartajaya, menjelaskan, penghargaan Natamukti merupakan bentuk apresiasi dari ICSB Indonesia yang bekerja sama Kementerian KUKM, kepada kabupaten dan kota yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya. Penentuan penerimanya melewati proses panjang, mengacu pada pengembangan UMKM yang terpercaya, terdepan, dan teratur.

“Proses penentuan penerima penghargaan melalui rapat bersama Kementerian KUKM, pegiat UMKM dengan mempertimbangkan sejumlah aspek,” jelas Hermawan Kartajaya.

Dalam kesempatan sama Kepala Diskoperindag Sigit Purnomo mengungkapkan, Bondowoso menerima Natamukti berdasarkan pada penilaian sektor investasi, dan kemampuan pemberdayaan melal;ui pelatihan-pelatihan terhadap pelaku UMKM. Diskoperindag berkomitmen untuk terus meningkatlkan pelatihan yang berkerjasam dengan pihak terkait.

Baca Juga : Diskoperindag Bondowoso Gandeng Alfamart Untuk Pasarkan Produk UMKM

“Diskoperindag Bondowoso akan memberikan pelatihan berdasarkan usulan pelaku usaha dan program kerja OPD. Pendampingan akan dilakukan pembinaan, penentuan strategi pemasaran, hingga pelaku usaha memiliki produk bernilai jual dan mampu menunjang ekonominya,”ungkap Sigit Purnomo.

Menurutnya, Diskoperindag juga tengah mengupayakan pendirian Kamar Dagang Dan Induk UMKM, yang nantinya organisasi tersebut akan dikelola secara swasta, dan menjadi mitra pemerintah untuk mengembangkan UMKM.

“Kita berencana organisai ini beranggotakan pelaku UMKM, perbankan, dan stakerholder terkait lainnya,”imbuhnya. (her)

Loading...

Kolom Komentar