SAMPANG — IndonesiaPos
Gebyar Pendidikan Nasional dan Inspiring Education Award 2026 menjadi panggung bagi Pemerintah Kabupaten Sampang untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan.
Upaya ini dijalankan melalui implementasi kebijakan daerah berupa penguatan kualitas sekolah dan peningkatan kompetensi guru.
Kegiatan yang digelar Minggu, 17 Mei 2026 di Aula Utama Pendopo Trunojoyo Sampang itu mempertemukan unsur pemerintah, KPU, komunitas Cendekiawan Muda Sampang, serta para kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Ketua KPU Sampang, Dr. Mustakim, SS, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pemahaman hak pilih dan demokrasi, terutama bagi pemilih pemula di Sampang.
Ia menjelaskan syarat utama memiliki hak pilih adalah berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah.
“Bagi adik-adik SMA atau mahasiswa, jika sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah, maka memiliki hak memberikan suara dalam pemilu maupun Pilkada. Hal ini sering kurang dipahami, bahkan ada kasus warga usia 17 tahun tidak tercatat dalam pendataan karena minim sosialisasi atau ada unsur kesengajaan pihak tertentu,”ungkapnya.
Mustakim menambahkan, meskipun aturan Kementerian Agama menetapkan batas usia pernikahan minimal 19 tahun bagi perempuan, warga di bawah usia tersebut yang sudah tercatat menikah tetap memiliki hak pilih asalkan memiliki dokumen resmi seperti KTP elektronik atau surat keterangan nikah.
Ia juga mengingatkan aturan tempat mencoblos. Pemilih yang tercatat di satu desa tidak boleh menggunakan hak pilihnya di lokasi lain.
“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan tentang pemilu dan Pilkada, agar demokrasi di Sampang berjalan sesuai harapan. Jika ada pertanyaan, warga bisa datang langsung ke kantor KPU Jalan Diponegoro atau menghubungi kami melalui Instagram maupun Facebook,” tambahnya.
Dorongan untuk memperkuat kualitas pendidikan tak berhenti pada wacana. Kepala SMKN 1 Omben, Imamatul Jamalia, S.Pd., MPd, yang baru saja menyabet dua penghargaan sekaligus di ajang Cendekiawan Muda Sampang 2026, menyebut semua target IPM harus dibuktikan dengan karya nyata di lapangan.
“Omongan saja tidak cukup. Sekolah harus menunjukkan data, hasil lomba, dan program yang benar-benar berjalan. Alhamdulillah di SMKN 1 Omben semua capaian itu sudah terdokumentasi, mulai juara 1 sampai 3,” jelas Jamalia pada awak media ini.
Baginya, peran kepala sekolah bukan hanya mengurus administrasi, tapi juga menjadi motor penggerak bagi guru dan siswa. Tanpa adanya inisiatif dan inovasi dari pimpinan sekolah, peningkatan mutu pendidikan akan sulit terasa dampaknya.
“Acara seperti ini memotivasi kami. Saya berharap ke depan makin banyak kepala sekolah di Sampang yang berani menciptakan terobosan baru demi kemajuan siswa,” ujarnya.
Ketua CMS, Muksin Iksan menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh insan pendidikan di Sampang. Menurutnya, kegiatan ini murni lahir dari semangat anak muda yang ingin melihat pendidikan di daerahnya maju.
“Kami ingin memberi penghargaan bukan hanya untuk seremonial, tapi untuk orang-orang yang benar-benar berjasa mencerdaskan anak bangsa. Guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan adalah ujung tombak. Tanpa mereka, tidak akan ada generasi yang siap bersaing,” tegasnya.
Meski data pendidikan Sampang masih tertinggal dari daerah lain, ia optimistis potensi lokal sebenarnya sangat besar. Masalahnya, potensi itu belum banyak terangkat ke permukaan.
“Kami ingin media membantu menyuarakan bukti nyata itu. Fokus kami bukan mencari yang terbaik, tapi mencari sosok dan sekolah yang bisa jadi inspirasi bagi yang lain,” jelasnya.
CMS juga menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan dunia pendidikan di Sampang, mulai dari sekolah, guru, hingga mahasiswa. Bentuk dukungan meliputi fasilitasi program dan bantuan modal tanpa pamrih.
“Kami berharap langkah awal ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan akademisi. Kami berkomitmen penuh untuk memajukan pendidikan Sampang,” pungkasnya. (Dy)
Ketua KPU Kota Kediri Dituntut Mundur, Karena Dianggap Membuat Gaduh
