Jember — IndonesiaPos
Cafe Vicenco atau yang lebih dikenal dengan Cafe NKRI di jalan Karimata Jember terancam di “segel” satpol PP. Upaya ini dilakukan sebagai upaya untuk menertibkan cafe yang berdiri diatas tanah milik Pemkab Jember karena terlambat membayar uang sewa.
Sebelumnya, pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember telah melayangkan surat “teguran” kepada Soni, pihak pengelola cafe untuk segera memperpanjang masa sewa lahan milik pemkab yang dikelolanya karena habis masa sewanya per 24 Februari 2025. Namun pada kenyataannya cafe dan cucian mobil itu terus beroperasi hingga kini.
Dalam surat yang dikeluarkan pihak BPKAD pemkab Jember menyebutkan, perjanjian sewa lahan telah habis pada 24 Februari 2025 maka terdapat masa jeda sampai dengan perjanjian baru selama 10 bulan, sehingga diperhitungkan dengan pembagian tarif per bulan pada tahun pertama dengan perhitungan besaran sewa tarif pertahun Rp.47.250 juta dan tarif perbulan Rp.3.93 juta dikalikan 10 bulan masa jeda yang belum terbayar sehingga menjadi Rp.39,3 juta.
Bila pihak pengelola memperpanjang sewanya mulai tahun 2026 hingga setahun kedepan maka anggaran yang harus dibayarkan sekitar Rp. 86,625 juta. Kenyataannya hingga berita ini diunggah belum ada kesanggupan untuk membayar dari pengelola.
Sumber media di BPKAD Jember menyebutkan, surat yang dikirimkan pertanggal 7 Januari 2026 itu merupakan surat pemberitahuan pertama. “Jika 3 kali kami Surati ternyata tidak merespon maka kita kesana dengan Satpol PP,”ujar sumber.
Sebelumnya, Soni kepada media menjelaskan, dirinya sudah bertemu dengan bupati untuk membahas persoalan ini dan diberi batas waktu untuk penyelesaian. “Ya kita sudah menghadap bupati akhir bulan februari ini kata beliau,” terang Soni.
Namun sayangnya hingga berita ini diunggah ternyata belum ada titik temu terkait status sewa aset milik Pemkab tersebut, sehingga pihak Aset BPKAD Jember terpaksa melayangkan surat kepada Sn.
Seperti pemberitaan sebelumnya, Masa Sewa Aset Pemkab Telah Habis, pengelola Cuci mobil Di Karimata Masih Tetap Beroperasi Meski telah habis masa sewanya.
Soni mengaku cucian mobil sekaligus cafe NKRI tersebut didirikan atas dukungan Mantan Jenderal M dan jendral BRA, tujuannya untuk merekrut eks tahanan Napi terorieme. Meski dari informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, karywannya sebagian besar ternyata bukan eks napi teroris.
“Dulu yang meresmikan jendral M dan BRA, tujuannya untuk mempekerjakan eks tahanan Napi terorisme agar tidak kembali lagi ke kegiatannya yang dulu,”terangnya.
Pasca pemberitaan indonesiapos sebelumnya, Soni langsung menemui Fawaid untuk membicarakan proses perpanjangan sewanya. ” Saya sudah bertemu bupati dan beliaunya oke,”ujarnya.
Selama ini lanjut Soni, bupati tidak tahu adanya cafe tersebut, sehingga dirinya sudah 2 kali berkirim surat ke bupati dan berhasil ketemu Kemis lalu
“Kita menunggu kebijakan bupati untuk proses perpanjangnya. Diperkirakan akhir februari ini jawaban dari bupati,”jelasnya. (kik)
Orang Dekat Jenderal Temui Bupati,Minta Keringanan Biaya Sewa Aset Cucian Mobil Di Karimata