<

Mengupas Tuntas Modus Operandi Dugaan Pengkondisian Paket Pekerjaan Di Lingkaran Penguasa Jember

JEMBER — IndonesiaPos  

Genap Setahun masa pemerintahan bupati Gus Fawaid, sejumlah persoalan-persoalan muncul. Mulai dari pengerjaan sejumlah proyek yang tidak selesai pengerjaannya hingga menimbulkan Silpa Rp.700 milyar pada 2025 lalu, sampai pengondisian paket pekerjaan dilingkaran bupati.

Dari penelusuran media terungkap sejumlah nama dan perannya yang patut diduga memiliki andil besar dalam pengelolaan paket pekerjaan di sejumlah OPD di kabupaten Jember, baik proyek fisik maupun non fisik.

Dimulai dari AW, salah seorang tokoh sentral yang membantu Gus Fawaid sebelum menjadi bupati hingga terpilihnya sirimya menjadi bupati Jember periode 2025-2030. Perannya yang sangat besar menjadikannya tokoh yang diduga diberi “amanah” dalam melakukan koordinasi dalam pengkondisian paket proyek fisik di sejumlah OPD tehnis, dengan arahan menyesuaikan dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku sehingga tidak menabrak aturan.

Modus operandinya, diduga menggunakan lingkaran koneksinya dalam melaksanakan kegiatan pengadaan paket penunjukan langsung (PL). Meski secara implisit tidak langsung mengatas namakan dirinya namun pengakuan sejumlah pihak menyebut namanya “turut terlibat” pada pengadaan paket fisik 2025 lalu.

Kemudian muncul nama D, orang yang juga dekat dengan bupati. Selain dekat dengan orang nomer satu di kabupaten Jember, D sendiri dikenal dekat dengan pejabat di provinsi. Peranannya diduga sebagai koordinator kegiatan non fisik baik pengadaan kegiatan barang dan jasa maupun Penyelenggaraan acara disejumlah OPD.

Modus operandinya dengan melibatkan sejumlah nama orang diseputaran kekuasaan dalam menjalankan kegiatan baik Penyelenggaraan even organizer maupun pengadaan makan dan minum yang nilainya fantastis, hingga mencapai puluhan milyar.

Informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan keberadaan D tidak langsung berkoordinasi dengan kepala OPD namun menggunakan orang-orang yang memiliki kompetensi dalam penyelenggara acara maupun pengadaan Mamin. Dampaknya hampir sebagian besar rekanan Jember terutama yang bergerak dibidang pengadaan hanya bisa pasrah menyaksikan “pengkondisian” dalam hal dugaan monopoli pada tahun 2025 lalu. Bahkan untuk tahun 2026 ini, muncul juga pengkondisian kegiatan dengan melibatkan orang-orang disekitarnya. Siapa mereka dan sejauh mana rencana yang akan dilakukan mereka akan dikupas tuntas di bagian 2 (kik) (Bagian 1)

Aneh, Ditagih Uang Sewa Aset Pemkab pemilik cafe Vicenco Justru Menunjukkan Foto Bareng Bupati

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos